Pengakuan Mengejutkan Wanita 21 Tahun, Buang Bayi ke Jurang

Pengakuan Mengejutkan Wanita 21 Tahun, Buang Bayi ke Jurang

Pengakuan Mengejutkan Wanita 21 Tahun, Buang Bayi ke Jurang

Pengakuan Mengejutkan Wanita 21 Tahun Terkait Kasus Pembuangan Bayi di Bukit Tinggi

Seorang wanita berusia 21 tahun, dengan inisial IC, mengakui bahwa dirinya adalah pelaku dari kasus pembuangan bayi yang mengejutkan masyarakat di Kelurahan Bukit Cangang, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Kejadian ini terjadi setelah ditemukan potongan jasad bayi di sekitar lokasi tersebut.

Advertisement

Rumah IC tidak jauh dari tempat penemuan potongan jasad, hanya beberapa meter saja. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa bayi tersebut baru saja dilahirkan oleh IC dan kemudian dibuang begitu saja. Namun, hingga saat ini hanya tiga potongan jasad yang berhasil ditemukan, sedangkan bagian lainnya masih dalam pencarian oleh pihak kepolisian.

Polisi telah menemukan lokasi potongan badan dari jenazah bayi di Kelurahan Bukit Cangang pada Sabtu (25/10/2025) malam. Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga pukul 19.50 WIB, kepolisian masih berada di sebuah rumah dekat TKP pembuangan jenazah bayi di Bukit Cangang. Tampak, kepolisian membawa salah seorang diduga pelaku ke dalam rumah miliknya yang berada beberapa meter saja dari TKP pembuangan.

Terduga pelaku tersebut seorang wanita berinisial IC. Dari interogasi kepolisian kepada IC, ia menunjuk ke dalam jurang TKP pembuangan, di samping kanan rumahnya. Diduga, potongan yang dibuang dan belum ditemukan adalah bagian badan dan tangan kanan. BPBD Bukittinggi juga terlihat datang ke TKP sekitar pukul 19:30 WIB untuk melakukan evakuasi potongan tersebut di dalam jurang.

Namun, evakuasi belum dapat dilakukan karena BPBD terlebih dahulu mengambil peralatan ke kantornya. Sementara itu, masyarakat masih menunggu di TKP namun tidak seramai sebelumnya.

Penemuan Ari-Ari dan Alat Lainnya

Pihak kepolisian bersama masyarakat, Ketua RT, dan pemuda di Bukit Cangang, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi mendatangi salah satu rumah yang berada di dekat lokasi penemuan jasad bayi pada Sabtu (25/10/2025) di daerah tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan rombongan tersebut terlihat datang sekira pukul 18:10 WIB.

Dugaan sementara, kasus tersebut sudah terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan di Polresta Bukittinggi siang tadi. Di dalam rumah, sekira pukul 18:20 WIB hingga sekarang, pihak kepolisian terlihat sedang mencari potongan bagian dari bayi tersebut di bagian pembuangan air. Namun, pada pukul 18:55 WIB, di dalam rumah tersebut terlihat kepolisian mengamankan gayung, gunting, dan ari-ari diduga milik bayi yang sempat ditemukan.

Gayung terlihat berwarna kuning, gunting dengan gagang merah. Namun ari-ari sudah dimasukan ke dalam bungkus plastik. Kepolisian masih melakukan olah TKP di lokasi ditemukan potongan tersebut. Sementara itu, masyarakat sekitar sangat ramai berdatangan ke lokasi TKP.

Kejadian Pertama di Daerah Ini

Warga Bukit Cangang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi mengaku kejadian penemuan jasad bayi baru pertama terjadi di daerahnya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh salah satu warga, Elvina saat dikonfirmasi Tribunpadang.com, Sabtu (25/10/2025) pagi. Elvina mengatakan bahwa kejadian penemuan jasad bayi tersebut perdana terjadi di daerahnya.

"Ini pertama kali terjadi di sini," ungkapnya. Ia menjelaskan, sebelumnya kejadian serupa ataupun kasus pembunuhan lainnya belum pernah terjadi di daerahnya. "Sebelumnya tidak ada kejadian seperti ini," terangnya. Sementara itu, saat Tribunpadang.com dilokasi kejadian, beberapa masyarakat lainnya juga mengatakan hal yang sama. Namun mereka tidak bersedia diwawancara, hanya mengucapkan saat bertanya.

Kronologi Kejadian

Polsek Kota Bukittinggi menyebut mayat bayi yang ditemukan di Bukik Cangang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi terpisah menjadi tiga bagian, yaitu potongan kepala, potongan leher hingga dada serta tangan kiri, dan bagian pinggang beserta kaki. Kapolsek Kota Bukittinggi, AKP Mazwanda mengungkap, mayat bayi tersebut ditemukan oleh warga dan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Kata AKP Mazwanda, awalnya saksi atas nama Meldawati membuka jendela di bagian belakang rumahnya, kemudian melihat ada potongan tubuh korban. "Setelah melihat potongan tubuh bayi, ia kemudian mendekatinya," ungkap AKP Mazwanda. "Saksi saat itu menemukan potongan bagian bawah tubuh, yaitu pinggang hingga kaki," sambungnya. Ia menjelaskan, potongan tubuh ke bawah itu juga ditemukan tanpa bungkusan di halaman belakang rumahnya.

"Kemudian saksi melaporkan kepada saksi lainnya atas nama Ilyas Bakri, yang merupakan suaminya," terangnya. Setelah itu, saksi Meldawati juga melaporkan kepada warga sekitar dan menghubungi pihak Polresta Bukittinggi. Menanggapi itu, unit Inafis dan personel piket Polresta Bukittinggi dan Polsekta Bukittinggi mendatangi TKP dan melanjutkan pencarian sisa bagian tubuh korban.

"Setelah lama pencarian, tim menemukan bagian tubuh dan kepala korban secara terpisah di lokasi yang tidak jauh dari TKP pertama," ujarnya. "Total baru tiga bagian mayat bayi ditemukan," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Warga Kelurahan Bukik Cangang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, digegerkan dengan penemuan mayat bayi tanpa identitas di kawasan semak tebing Ngarai Sianok, Sabtu pagi (25/10/2025). Mayat bayi tersebut diduga ditemukan dalam beberapa bagian. Kapolsek Kota Bukittinggi, AKP Mazwanda membenarkan terkait penemuan mayat tersebut.

"Benar, penemuan mayat bayi pada Sabtu (25/10/2025) berkisar pukul 07:30 WIB," ungkapnya saat dikonfirmasi via telepon whatsapp. Ia melanjutkan, mayat bayi tersebut awalnya ditemukan oleh warga saat hendak membuka jendela rumahnya. "Lokasi ditemukannya di Kelurahan Bukik Cangang, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi," jelasnya. Ia menjelaskan, mayat bayi tersebut ditemukan dalam tiga bagian, sementara bagian yang lainnya masih dalam tahap pencarian.

"Bagian yang baru ditemukan, yaitu pusar ke bawah, kaki, dan kepala," bebernya. AKP Mazwanda menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat tersebut. "Kami masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat tersebut," tambahnya.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar