Pencuri Perhiasan di Museum Louvre Prancis Ditangkap

Pencuri Perhiasan di Museum Louvre Prancis Ditangkap

Advertisement

Penangkapan Pelaku Pencurian Perhiasan di Museum Louvre

Polisi Prancis berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam pencurian perhiasan dari Museum Louvre. Mereka ditangkap seminggu setelah kejadian, tepatnya pada hari Minggu (26/10). Kejadian ini menjadi perhatian besar bagi masyarakat Prancis dan dunia internasional.

Menurut laporan dari BFM TV dan surat kabar Le Parisien, polisi menangkap dua pria. Salah satu dari mereka sedang berusaha melarikan diri dari negara tersebut melalui Bandara Charles de Gaulle di Paris. Hingga saat ini, jaksa Paris, Laure Beccuau belum memastikan apakah ada perhiasan yang berhasil dibawa oleh para tersangka. Ia juga masih belum mengonfirmasi jumlah pasti pelaku yang ditangkap.

Sebelumnya, empat orang pelaku mencuri delapan perhiasan bernilai lebih dari USD 100 juta dari museum itu dalam waktu kurang dari delapan menit. Mereka mengambil perhiasan dari galeri Apollo, yang merupakan tempat penyimpanan mahkota dan perhiasan kerajaan Prancis, termasuk milik Napoleon Bonaparte.

Peristiwa pencurian terjadi pada hari Minggu (19/10) pukul 09.30 waktu setempat. Para pelaku datang menggunakan skuter dan truk tangga, serta berpakaian menyerupai pekerja. Mereka kemudian memotong kaca etalase menggunakan alat seperti gerinda atau gergaji mesin.

Menurut keterangan dari Laure Beccuau, aksi pencurian tersebut berlangsung sangat cepat dan terkoordinasi. Mereka adalah tim yang sangat profesional. Aksi berlangsung hanya tujuh menit, ujarnya dikutip dari AFP.

Strategi Pencurian yang Cepat dan Terencana

Pencurian yang terjadi di Museum Louvre menunjukkan bahwa para pelaku memiliki strategi yang sangat baik. Mereka tidak hanya mengincar perhiasan bernilai tinggi, tetapi juga melakukan aksi dengan cara yang sangat cepat dan efisien. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengambil delapan perhiasan yang sangat berharga.

Aksi ini dilakukan dengan persiapan matang. Pelaku menggunakan kendaraan seperti skuter dan truk tangga untuk memudahkan akses ke lokasi pencurian. Selain itu, mereka berpakaian menyerupai pekerja, sehingga dapat menghindari kecurigaan petugas keamanan.

Tanggapan dari Pihak Berwenang

Jaksa Paris, Laure Beccuau, menyatakan bahwa aksi pencurian tersebut dilakukan oleh tim yang sangat profesional. Ia menekankan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pelaku sangat terkoordinasi dan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang cara melakukan pencurian di museum yang terkenal.

Meskipun telah menangkap dua orang, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam kejahatan ini. Selain itu, mereka juga sedang memeriksa apakah perhiasan yang hilang sudah ditemukan atau belum.

Kebijakan Keamanan di Museum Louvre

Kejadian ini memicu diskusi tentang kebijakan keamanan di Museum Louvre. Sebagai salah satu museum seni terbesar di dunia, Louvre memiliki sistem keamanan yang ketat. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa ada celah yang harus segera diperbaiki.

Pihak museum dan otoritas setempat akan segera meninjau ulang sistem keamanan mereka. Mereka juga akan meningkatkan pengawasan dan memperkuat protokol keselamatan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kesimpulan

Pencurian perhiasan di Museum Louvre menjadi peristiwa yang mengejutkan dan mengkhawatirkan. Meskipun para pelaku telah ditangkap, masih banyak hal yang perlu dipertanyakan tentang keamanan di tempat tersebut. Otoritas setempat harus segera bertindak untuk memperbaiki sistem keamanan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar