Pemkab Manokwari dan Kementan Tanam Padi Gogo di Lahan Sawit

Pemkab Manokwari dan Kementan Tanam Padi Gogo di Lahan Sawit

Pemkab Manokwari dan Kementan Tanam Padi Gogo di Lahan Sawit

Pengembangan Budidaya Padi Gogo di Kabupaten Manokwari

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari bersama Kementerian Pertanian (Kementan) sedang mengembangkan budidaya padi gogo di lahan peremajaan kelapa sawit. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Papua Barat.

Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Manokwari, Serdion Rahawarin, menyebut program tersebut adalah hasil kolaborasi dengan Kementan yang telah memberikan bantuan benih ke petani. Saat ini, petani sedang membuka lahan untuk menanam padi gogo. Penanaman padi gogo itu dilakukan di lahan peremajaan kelapa sawit di Warmare hingga Masni, dengan luas mencapai 80 hektare dari target awal 180 hektare.

Benih yang diberikan sebanyak 25 kilogram per hektare sehingga total bantuan mencapai sekitar 2.000 ton benih padi gogo pada tahun ini. Menurutnya, sebagian benih tersebut sudah mulai ditanam, bahkan ada yang memasuki masa panen. Ia menyebut masa tanam hingga panen padi gogo biasanya berkisar empat hingga lima bulan, tergantung pada kondisi lahan dan kualitas benih.

Selain di kawasan peremajaan sawit, petani di Distrik Manokwari Timur juga menerima bantuan benih untuk pengembangan padi gogo dengan luas lahan sekitar satu hektare. Ia berharap bahwa dengan adanya bantuan benih yang bermutu, dapat menambah produksi padi di Kabupaten Manokwari.

Meskipun hasil panen padi gogo berbeda daripadi sawah, ucapnya, komoditas ini tetap potensial dikembangkan karena dapat tumbuh di lahan kering dan mudah beradaptasi dengan kondisi topografi Manokwari yang berbukit dan berlereng.

Program Pengembangan Padi Sawah Tahun 2026

Pemerintah daerah juga menyiapkan program pengembangan padi sawah untuk tahun 2026 dengan target 1.300 hektare lahan produktif. Serdion menyebut beberapa wilayah seperti SP 1 hingga SP 4 direncanakan menjadi area prioritas pengembangan sawah baru. Ia mengatakan bahwa masyarakat lokal di Sidey dan Kali Merah sangat antusias menjadikan lahan mereka sebagai sawah baru.

Dinas Pertanian akan terus memberikan pendampingan teknis, bantuan benih, dan dukungan alat pertanian agar produktivitas beras di Kabupaten Manokwari terus meningkat. Ia menyebut bahwa saat ini hanya ada satu pabrik, namun diharapkan ada pabrik-pabrik lain yang sudah diusulkan oleh Pemda Manokwari. Namun, masih terkendala modal untuk itu.

Ia juga berharap dukungan dari pemerintah pusat dan investor dapat mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk penambahan pabrik penggilingan padi. Dengan begitu, produksi padi di Kabupaten Manokwari tidak hanya meningkat, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal secara mandiri.

Tujuan Membangun Ketahanan Pangan

Kami terus dorong agar Manokwari menjadi salah satu daerah yang bisa mandiri dalam pangan. Semua upaya ini bukan hanya soal tanam dan panen, tapi soal menjaga keberlanjutan pangan bagi masyarakat Papua Barat.



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar