Pemeriksaan ETLE di 3 Polda, Kakorlantas Jamin Keadilan dan Transparansi bagi Rakyat

Pemeriksaan ETLE di 3 Polda, Kakorlantas Jamin Keadilan dan Transparansi bagi Rakyat

Advertisement

Kunjungan Kerja Kakorlantas Polri ke Tiga Polda Besar di Pulau Jawa

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, melakukan kunjungan kerja ke tiga Polda besar di Pulau Jawa, yaitu Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, dan Polda Jawa Barat. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengecek penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang telah diterapkan di wilayah tersebut.

Agus menjelaskan bahwa penerapan ETLE merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mewujudkan penegakan hukum yang objektif, transparan, dan akuntabel. Selain itu, ETLE juga bertujuan untuk mengurangi potensi interaksi langsung antara petugas dan pelanggar lalu lintas.

Digitalisasi bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi bentuk nyata pelayanan publik yang humanis, transparan, dan berkeadilan. Melalui ETLE, masyarakat memperoleh kepastian hukum sekaligus rasa aman dalam berlalu lintas, ujar Agus pada Jumat (24/10).

Peninjauan Pusat Komando dan Pemantauan ETLE

Dalam road show ini, Agus melakukan peninjauan terhadap pusat komando dan pemantauan ETLE di masing-masing Ditlantas Polda. Ia juga berbincang dengan petugas lapangan terkait operasional sistem ETLE.

Kunjungan ke Polda Jawa Timur menjadi salah satu fokus utama, mengingat provinsi ini memiliki jaringan ETLE statis dan mobile yang cukup luas. Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan optimalisasi sistem agar seluruh titik kamera ETLE berfungsi maksimal dan memberikan efek edukatif bagi masyarakat.

Ikuti perkembangan berita terkini di Google News
KLIK DI SINI untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sinergi Teknologi, SDM, dan Edukasi Publik

Irjen Pol Agus Suryo juga menekankan pentingnya sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan edukasi publik, agar implementasi ETLE benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program digital Korlantas tidak hanya diukur dari jumlah kamera yang terpasang, tetapi dari efektivitas dan kepercayaan publik yang tumbuh melalui sistem tersebut.

Kami ingin memastikan seluruh sistem ETLE benar-benar berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Digitalisasi Korlantas harus hidup di lapangan, bukan hanya di konsep atau kebijakan, pungkas Agus.

Peran ETLE dalam Penegakan Hukum Lalu Lintas

ETLE diharapkan dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan aturan lalu lintas. Dengan penggunaan kamera dan sensor yang canggih, sistem ini mampu merekam pelanggaran secara otomatis dan mengirimkan data ke pihak berwenang tanpa adanya intervensi manusia.

Selain itu, ETLE juga berperan dalam meminimalkan bias atau kesalahan dalam penegakan hukum. Dengan data yang akurat dan transparan, masyarakat bisa lebih percaya pada proses hukum yang dilakukan oleh aparat.

Upaya Optimalisasi Sistem ETLE di Jawa Timur

Di Jawa Timur, pihak Polda Jatim terus berupaya memastikan seluruh perangkat ETLE dalam kondisi optimal dan berfungsi baik. Koordinasi dengan Korlantas Polri juga dilakukan secara rutin untuk penyempurnaan sistem agar semakin efektif dalam mendukung penegakan hukum lalu lintas yang transparan.

Peningkatan kapasitas SDM juga menjadi prioritas, agar petugas dapat mengoperasikan sistem ETLE dengan baik dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Kesimpulan

Kunjungan Kakorlantas Polri ke tiga Polda besar di Pulau Jawa menunjukkan komitmen Polri dalam mendorong penerapan teknologi dalam penegakan hukum lalu lintas. Dengan sistem ETLE, diharapkan tercipta lingkungan berkendara yang lebih aman, adil, dan transparan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar