
Perjuangan Cirebon Timur untuk Menjadi Daerah Otonom
Harapan masyarakat wilayah timur Kabupaten Cirebon untuk memiliki daerah otonom sendiri semakin nyata. Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Cirebon Timur kini tinggal menunggu restu dari pemerintah pusat.
Ketua FCTM, KH Taufikurrahman Yasin mengatakan bahwa perjuangan panjang selama tiga tahun terakhir mulai menunjukkan hasil positif. Seluruh tahapan administratif di tingkat kabupaten dan provinsi telah rampung tanpa hambatan berarti. Progresnya sudah lumayan banyak, tinggal satu langkah lagi, yaitu persetujuan dari Kemendagri, DPR RI dan tentu saja Presiden.
Untuk tingkat kabupaten dan Provinsi Jawa Barat, sudah tidak ada masalah. Ia menjelaskan bahwa FCTM saat ini fokus memperkuat basis data dan kapasitas daerah agar Cirebon Timur mendapatkan posisi lebih baik dalam penilaian kelayakan daerah otonomi baru (DOB). Kami sedang bekerja memperbarui data supaya peringkat kami naik. Dari ranking ke-6, bisa jadi ke-2 atau bahkan ke-1. Kalau dibanding daerah lain, kami sebenarnya sudah lebih memenuhi syarat.
Meski begitu, perjuangan FCTM belum berhenti. Taufikurrahman mengakui bahwa langkah berikutnya sangat bergantung pada kemampuan membangun komunikasi politik dengan pemerintah pusat dan para elite nasional. Upaya yang akan dilakukan adalah komunikasi politik, karena bisa saja ada pertimbangan lain. Jadi kami berusaha agar Cirebon Timur diutamakan.
Menurutnya, sejumlah mediator yang memiliki akses langsung ke pemerintah pusat, termasuk anggota DPR RI dari Dapil Jabar VIII (CirebonKota CirebonIndramayu), kini turut membantu memperjuangkan aspirasi tersebut. Mereka semua membantu kami agar bisa berkomunikasi dengan elit politik nasional. Kami optimistis, tidak ada yang tidak mungkin. Impossible is possible, begitu saja.
Di sisi lain, ia menyinggung kondisi nasional soal banyaknya usulan daerah otonom baru yang tengah dikaji oleh pemerintah. Melalui Forum Komunikasi Nasional (Forkonas), terdapat sekitar 350 calon DOB di seluruh Indonesia yang masih menunggu keputusan. Saya kira tidak realistis jika semuanya disetujui. Pemerintah pasti akan membuat aturan baru untuk meminimalisasi usulan daerah otonom baru. Tapi kami berharap Cirebon Timur diprioritaskan, karena ini bukan sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak.
Menurut Taufikurrahman, potensi ekonomi dan industri yang berkembang pesat di wilayah timur Cirebon harus dikawal dengan kewenangan otonom tersendiri agar tidak justru merugikan masyarakat. Kalau era industrialisasi di Cirebon Timur ini tidak dikawal dengan otoritas sendiri, saya khawatir masyarakat justru akan jadi korban.
Sejarah Perjuangan Cirebon Timur
Sejak lebih dari 20 tahun lalu, masyarakat merasa dianaktirikan dalam pembangunan. Jalan berlubang, fasilitas pendidikan terbatas, hingga layanan kesehatan yang sulit dijangkau menjadi alasan lahirnya semangat perjuangan. Forum Cirebon Timur Mandiri (FCTM) pun hadir sebagai wadah konsolidasi aspirasi warga.
Wilayah Cirebon Timur mencakup 446,57 kilometer persegi yang meliputi 16 kecamatan, yakni Astanajapura, Babakan, Ciledug, Gebang, Greged, Karangsembung, Karangwareng, Lemahabang, Losari, Pabedilan, Pabuaran, Pangenan, Pasaleman, Sedong, Susukan Lebak, dan Waled.
Terkait pusat pemerintahan, saat ini masih dalam tahap pembahasan. Dua kecamatan yang menjadi kandidat ibu kota Cirebon Timur adalah Karangwareng dan Karangsembung.
Komentar
Kirim Komentar