Omzet Kopdes Merah Putih Boyolali Tembus Rp 125 Juta

Omzet Kopdes Merah Putih Boyolali Tembus Rp 125 Juta

Advertisement

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Metuk Diapresiasi Menteri Koperasi

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, memberikan apresiasi terhadap bangunan Koperasi Desa Merah Putih Metuk yang berada di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ia menyebut bahwa kantor Kopdes tersebut tidak kalah megah dengan kantor Kementerian Koperasi.

"Saya mampir sebentar ke sini kantornya saingan sama Kementerian Koperasi," ujar Ferry dalam peresmian Kopdes Merah Putih Metuk di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (26/10/2025). Pernyataan ini disambut tawa oleh hadirin.

Bangunan Kopdes Merah Putih Metuk cukup besar dan dilengkapi berbagai fasilitas seperti area parkir, gudang, gerai unit usaha, serta toko modern. Menurut Ferry, pembangunan fisik Kopdes ini telah melampaui standar yang ditentukan.

"Peresmian Kopdes Merah Putih Metuk menjadi tanda bahwa koperasi kembali menjadi soko guru perekonomian sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945," kata Ferry. Ia menekankan bahwa koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Boyolali.

Kopdes Merah Putih Metuk memiliki lebih dari 700 anggota dan mengelola berbagai unit usaha seperti jual beli sembako, apotek, klinik, gerai kantor, toko pertanian, dan gudang logistik. Ferry juga meminta agar Kopdes ini dapat memetakan kebutuhan masyarakat sekitar dan potensi desa yang bisa dikembangkan.

"Kalau setiap desa Kopdes-nya seperti ini, saya yakin bahwa akan ada perputaran uang yang besar dari desa dan akan ada pertumbuhan ekonomi di desa, kemudian akan memakmurkan masyarakat desa," ujar Ferry.

Pemerintah terus melakukan percepatan pendirian Kopdes Merah Putih dengan melakukan inventarisasi lahan-lahan di desa. Tujuannya adalah untuk mewujudkan target 80.000 Kodes Merah Putih pada Maret 2026. Saat ini, hampir mendekati 5.000 Kodes sedang dalam proses pembangunan.

Sejarah dan Perkembangan Kopdes Merah Putih Metuk

Menajer Operasional Kopdes Merah Putih Metuk, Sumono, menjelaskan bahwa Kopdes ini didirikan pada 14 Oktober 2025. Dalam waktu singkat, kopdes ini telah berkembang pesat dengan berbagai unit usaha seperti sembako, klinik dan apotek desa, gudang, serta toko pertanian.

"Omzet kami sejak didirikan tanggal 14 Oktober 2025 hingga hari ini mencapai Rp 125 jutaan," ujar Sumono. Ia berharap, Kopdes Merah Putih Metuk dapat berkolaborasi dengan para pelaku UMKM Desa Metuk guna meningkatkan perekonomian.

Fasilitas dan Unit Usaha yang Dimiliki

Kopdes Merah Putih Metuk memiliki beberapa fasilitas dan unit usaha yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Berikut adalah beberapa unit usaha yang dikelola oleh kopdes:

  • Jual beli sembako Memberikan akses mudah kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok.
  • Apotek dan klinik desa Memastikan layanan kesehatan tersedia secara dekat.
  • Gudang dan toko pertanian Mendukung pengelolaan hasil pertanian dan distribusi produk pertanian.
  • Gerai kantor Menyediakan layanan administratif dan keuangan bagi masyarakat.

Selain itu, Kopdes Merah Putih Metuk juga memiliki area parkir yang luas dan ruang kerja yang nyaman, sehingga membuat pengunjung merasa nyaman saat berkunjung.

Harapan dan Tantangan Masa Depan

Dengan jumlah anggota yang cukup banyak dan omzet yang terus meningkat, Kopdes Merah Putih Metuk memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh. Namun, masih ada tantangan yang perlu dihadapi, seperti pengelolaan keuangan yang lebih baik dan penguatan kapasitas anggota.

Sumono berharap, dengan kolaborasi yang lebih kuat antara Kopdes dan pelaku UMKM, perekonomian desa akan semakin berkembang. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.

Kesimpulan

Kopdes Merah Putih Metuk merupakan contoh yang baik dalam pengembangan koperasi di Indonesia. Dengan fasilitas yang lengkap dan unit usaha yang beragam, kopdes ini membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, masa depan koperasi di Indonesia terlihat cerah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar