
Profil Michael Remizaldy Jacobus, Pengacara Berpengaruh di Sulawesi Utara
Michael Remizaldy Jacobus adalah sosok yang tidak asing lagi di dunia hukum, khususnya di Sulawesi Utara (Sulut). Sebagai pengacara ternama, ia dikenal dengan keahlian dan kemampuan retorikanya yang luar biasa. Awal karirnya dimulai sebagai staf DPRD di Kota Bitung, Sulut, sebelum akhirnya beralih menjadi pengacara. Kota Bitung sendiri merupakan salah satu kota besar di Sulawesi Utara yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang, termasuk hukum.
Di setiap persidangan, kehadiran Michael sangat dinanti-nantikan. Ia dikenal sebagai pribadi yang tenang, ramah, dan selalu tersenyum. Namun, ketika mengenakan toga pengacara, ia tampil menjadi sosok yang keras, tajam, dan tidak kenal kompromi. Dengan kemampuan argumentasi yang luar biasa, Michael mampu menggoyahkan kesaksian para saksi yang tidak jujur. Ia sering memenangkan perdebatan dalam ruang sidang, menjadikannya sebagai figur yang sangat dihormati.
Profil Lengkap Michael Remizaldy Jacobus
- Nama lengkap: Michael Remizaldy Jacobus
- Nama panggilan: Remizaldy
- Pendidikan: Doktoral di Universitas Trisaksi pada Mei 2025
- Media sosial: @Michael Remizaldy Jacobus II
- Pekerjaan: Pengacara
Dengan toga pengacara, Michael menjadi seperti superhero yang bertugas mencari keadilan yang substansial dan hakiki. Hal ini terlihat jelas dalam sidang kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemprov Sulut ke GMIM. GMIM, singkatan dari Gereja Masehi Injili di Minahasa, adalah gereja Protestan beraliran Calvinisme yang berpusat di Minahasa, Sulawesi Utara. Gereja ini didirikan sebagai gereja mandiri pada 30 September 1934, setelah berpisah dari gereja induknya, Indische Kerk. GMIM merupakan salah satu gereja terbesar di Indonesia dengan ratusan jemaat yang tersebar di berbagai wilayah, terutama di Sulawesi Utara, serta memiliki lembaga pendidikan dan rumah sakit.
Michael menjadi kuasa hukum terdakwa Jeffry Korengkeng. Sosoknya kerap mencuri perhatian di setiap persidangan. Setiap kali pemeriksaan silang, ia akan menguliti saksi dengan kecerdasan argumentasi dan keberaniannya. Meskipun begitu, ia tetap taat pada etika persidangan. Ia tidak ngotot saat sudah ada peringatan dari hakim. Karena itulah aksi Michael dalam sidang sangat dinanti. Ibaratnya, "no Michael no party."
Karakter dan Keahlian Michael
Setelah sidang, Michael menunjukkan sikap profesionalnya. Ia tak segan bertegur sapa dengan Jaksa, bahkan saling bercanda. Bukan hanya di sidang, dalam berbagai kesempatan seperti di media sosial maupun bersama wartawan, Michael kerap menyampaikan wacana hukum yang kritis. Ide-ide yang ia sampaikan sangat out of the box, membuka ruang diskusi yang memicu dialektika dan pada akhirnya melahirkan sintesis pemikiran yang menjawab persoalan aktual hukum di masa kini.
Dunia Michael memang dunia pemikiran dan aktivitas hukum. Ia menuntaskan pendidikan Doktoral di Universitas Trisaksi pada Mei 2025, lulus Cum Laude. Tesisnya bertajuk Plea Bargaining dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi menjadi perhatian luas karena menyoroti efektivitas pengembalian kerugian negara.
Awal Karier dan Aktivitas Lainnya
Michael memulai karirnya dari bawah. Awalnya ia menjadi staf ahli di DPRD Kota Bitung, kemudian aktif sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi. Pada 2016, ia mendirikan MRJ Law Office. Dirinya juga aktif sebagai konsultan hukum di berbagai institusi pemerintahan dan swasta. Kemampuan Michael juga ditunjang oleh kemampuannya berorganisasi, baik di gelanggang aktivisme maupun gereja. Dia pernah menjadi Wakil Ketua DPD KNPI, Sekretaris Dewan Pakar PIKI, hingga Ketua Badan Pengurus Pemuda Remaja Gereja Kota Bitung.
Di luar itu semua, Michael adalah pembaca buku yang lahap. Sang istri, Rosilin Masihor, juga seorang sarjana hukum. Ia adalah suami yang baik. Juga ayah yang baik bagi Evangelio Engelberth Jacobus dan Eucharistia Michaelin Jacobus.
Visi dan Kontribusi Michael
Di tengah hukum yang terjebak pada sisi prosedural, Michael bukan hanya membela kliennya, tapi sosok yang terus menerobos untuk menuju keadilan yang subtansial dan hakiki. Ia bersuara keras di sidang, sembari itu menjalankan literasi hukum dimanapun berada.
Komentar
Kirim Komentar