
aiotrade.app
, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai menawarkan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall ke Swiss.
AHY menyebut pihaknya telah melakukan pembicaraan intensif dengan pihak Swiss guna mendorong peluang pembiayaan Giant Sea Wall yang hendak segera dieksekusi dalam rangka melindungi area pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura).
"Kita membuka ruang kerja sama potensi untuk hadirnya inovasi teknologi dan juga investasi dari semua. Tentu dengan Swiss kita juga membangun kerja sama yang baik dan inilah saat-saat yang baik karena membicarakan sesuatu yang besar mega proyek seperti Giant Sea Wall," kata AHY saat ditemui di JW Mariott, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Bukan tanpa alasan, AHY menyebut Swiss merupakan salah satu negara yang unggul dalam sektor infrastruktur. Untuk itu, kerja sama dengan Swiss tersebut menjadi salah satu langkah strategis yang penting untuk direalisasikan.
"Karena Swiss itu selama berpuluh-puluh tahun leading dalam inovasi teknologi kualitas termasuk juga dalam infrastruktur yang berkelanjutan oleh karena itu bagus kalau kita kawinkan dengan potensi dan apa yang sedang dikerjakan di Indonesia," pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah melakukan penjajakan kerja sama dengan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping terkait pembangunan Giant Sea Wall.
Pembahasan terkait dengan proyek giant sea wall dilakukan Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing pada Rabu (3/9/2025).
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda, Tuan-Ibu, atas semua dukungan yang telah kami terima sehingga saat ini, terutama pada kerja sama di berbagai sektor,” kata Prabowo dalam forum itu, dikutip melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/9/2025).
Adapun, pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama Presiden Xi juga membahas proyek giant sea wall yang direncanakan membentang di pesisir utara atau pantura Jawa.
Meskipun demikian, belum ada penjelasan detail terkait hal apa saja yang dibahas kedua pemimpin negara soal megaproyek tersebut.
Proyek Tanggul Laut Raksasa: Visi dan Strategi
Proyek Giant Sea Wall memiliki visi jangka panjang untuk melindungi wilayah pesisir utara Jawa dari ancaman abrasi dan perubahan iklim. Dengan lokasi yang sangat strategis, proyek ini akan menjadi salah satu benteng utama bagi kawasan pesisir yang rentan terhadap bencana alam.
Beberapa aspek penting yang menjadi fokus dalam proyek ini antara lain:
-
Teknologi Pengurangan Abrasi
Proyek ini menggunakan teknologi canggih untuk memperkuat garis pantai dan mengurangi dampak abrasi yang semakin parah akibat perubahan iklim. -
Pengelolaan Sumber Daya Air
Selain melindungi daratan, proyek ini juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem air tawar dan air laut di daerah pesisir. -
Dukungan Investasi Asing
Pemerintah Indonesia mencari mitra internasional yang dapat memberikan modal, teknologi, dan pengalaman dalam pengelolaan proyek infrastruktur besar.
Kerja Sama Internasional: Langkah Penting
Pertemuan dengan Swiss dan China menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius dalam merancang proyek yang membutuhkan sumber daya dan kemampuan teknologi tinggi.
-
Swiss: Mitra Teknologi dan Infrastruktur Berkelanjutan
Negara Eropa ini dikenal sebagai salah satu pemimpin dalam inovasi infrastruktur berkelanjutan. Kerja sama dengan Swiss diharapkan bisa memberikan solusi efektif dalam pembangunan tanggul laut. -
China: Mitra Investasi dan Pengalaman Global
Dengan pengalaman luas dalam pembangunan infrastruktur besar, China menjadi salah satu calon kuat untuk mendukung proyek ini.
Tantangan dan Peluang
Meskipun proyek ini menawarkan banyak manfaat, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Beberapa di antaranya adalah:
-
Kompleksitas Teknis
Pembangunan tanggul laut raksasa memerlukan analisis dan perencanaan yang sangat matang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. -
Biaya Tinggi
Proyek ini membutuhkan dana yang sangat besar, sehingga diperlukan keterlibatan investor asing dan pendanaan yang stabil. -
Partisipasi Masyarakat Lokal
Masyarakat setempat perlu dilibatkan dalam proses perencanaan dan implementasi agar proyek dapat berjalan secara adil dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Giant Sea Wall menjadi proyek strategis yang diharapkan mampu melindungi wilayah pesisir utara Jawa dari ancaman abrasi dan perubahan iklim. Dengan kolaborasi internasional, proyek ini bisa menjadi contoh nyata kerja sama global dalam membangun masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar