Mendagri Ajak Pemda dan Investor Kolaborasi Wujudkan PSEL

Mendagri Ajak Pemda dan Investor Kolaborasi Wujudkan PSEL

Advertisement

Kolaborasi Pemda dan Investor dalam Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk lebih aktif berkolaborasi dengan investor dalam mengembangkan program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy. Ia menekankan bahwa keberhasilan PSEL sangat bergantung pada sinergi antara Pemda, investor, serta dukungan teknis dari Kemendagri.

Tanggung Jawab Pemda dalam PSEL

Pemda memiliki peran penting dalam menyediakan lahan yang memadai untuk pembangunan fasilitas PSEL. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab atas infrastruktur dasar seperti jalan, air, dan listrik. Selain itu, Pemda harus memastikan pasokan sampah minimal sebesar 1.000 ton per hari agar operasional PSEL dapat berjalan lancar.

Peran Investor dalam Pembangunan PSEL

Di sisi lain, investor bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan fasilitas insinerator. Mereka juga harus merancang mekanisme kerja sama yang mampu memitigasi risiko, termasuk kekurangan pasokan sampah atau kondisi kahar seperti bencana alam. Dengan demikian, skema ini memastikan aset PSEL tidak terbengkalai dan program tetap berjalan secara berkelanjutan.

Peran Kemendagri dalam Implementasi PSEL

Kemendagri memiliki peran dalam mengawal implementasi PSEL di lapangan. Mereka memastikan bahwa Pemda menyiapkan lahan dan infrastruktur sesuai standar yang ditentukan. Selain itu, Kemendagri juga mendukung koordinasi antardaerah, terutama bagi proyek PSEL yang dikelola secara aglomerasi.

Titik Lokasi Prioritas untuk Pembangunan PSEL

Saat ini, telah diidentifikasi 33 titik lokasi prioritas untuk pembangunan PSEL, termasuk 10 daerah prioritas pertama. Program ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan energi terbarukan yang langsung diserap oleh PLN.

Penghapusan Sistem Tipping Fee

Pemerintah bahkan menghapus sistem tipping fee, yang bertujuan untuk meringankan beban Pemda. Hal ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong partisipasi Pemda dalam program PSEL.

Kolaborasi sebagai Kunci Sukses PSEL

"PSEL adalah terobosan strategis. Kolaborasi antara Pemda, investor, dan pemerintah pusat menjadi kunci suksesnya, sekaligus mendukung kemandirian energi nasional," ujar Tito Karnavian.

Dampak Ekonomi dari PSEL

Program PSEL diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja baru. Mulai dari pengumpulan sampah, transportasi, pengolahan, hingga distribusi energi, semua tahapan ini memberikan nilai ekonomi nyata bagi masyarakat.

Teknologi Insinerator dalam PSEL

Teknologi insinerator yang digunakan dalam PSEL mampu mengurangi volume sampah hingga 90 persen. Dengan demikian, TPA tidak cepat penuh dan kota menjadi lebih bersih. Selain itu, pengelolaan berbasis data memungkinkan Pemda dan investor untuk memastikan volume sampah terpenuhi secara konsisten untuk produksi energi yang optimal.

Model Nasional Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Keberhasilan PSEL menjadi model nasional pengelolaan sampah berkelanjutan. Sinergi yang kuat antara pusat, Pemda, dan investor tidak hanya mendukung energi terbarukan, tetapi juga memperkuat peran Kemendagri dalam memastikan implementasi program berjalan lancar, aman, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar