
Melania Trump, istri mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali muncul setelah hampir 10 bulan tidak terdengar. Ia mempromosikan koin meme berbasis Solana bernama MELANIA melalui akun X resminya. Dalam unggahan video berbasis AI yang diunggahnya, ia menulis caption “Into the Future” dan menandai akun resmi token tersebut.
Unggahan ini awalnya memicu lonjakan harga koin MELANIA dari USD 0,16 (sekitar Rp 2.660) menjadi USD 0,19 (sekitar Rp 3.160). Namun, lonjakan tersebut tidak bertahan lama. Harga koin kembali turun ke USD 0,18 (sekitar Rp 2.990 per koin).
Pada Januari lalu, koin ini sempat mencapai puncak sebesar USD 13,73 (sekitar Rp 228.000), sehingga nilai MELANIA telah anjlok lebih dari 98 persen dari level tertingginya.
Meskipun Melania Trump kembali mengangkat proyek ini, banyak pihak tetap menyoroti kontroversi yang belum terselesaikan. Platform analitik Bubblemaps mencatat bahwa pada April lalu tim di balik proyek MELANIA memindahkan dan menjual lebih dari USD 30 juta (sekitar Rp 499,5 miliar) token komunitas tanpa penjelasan.
Dari jumlah itu, sekitar USD 10 juta (sekitar Rp 166 miliar) diambil dari pool komunitas dan dijual langsung. Bubblemaps menyampaikan kritik terhadap tindakan tersebut dalam postingan terbaru mereka, dengan menyatakan bahwa Melania Trump tidak menyentuh isu USD 10 juta token komunitas yang dijual dari dompet tim. Ia hanya mengunggah video AI setelah 10 bulan diam.
Data on-chain juga menunjukkan bahwa tim proyek sempat menjual USD 1,5 juta (sekitar Rp 24,9 miliar) token dalam tiga hari, menggunakan strategi mirip Dollar-Cost Averaging (DCA). Langkah ini memicu tekanan jual berkelanjutan di pasar, meskipun tidak menyebabkan gejolak besar, namun tetap merugikan komunitas.
MELANIA pertama kali diluncurkan saat Donald Trump menjabat sebagai Presiden. Saat itu, koin ini langsung meroket sebelum akhirnya jatuh bebas. Berbeda dengan token TRUMP yang beberapa kali naik harga berkat pengumuman kebijakan, MELANIA tidak pernah pulih.
Namun, TRUMP token juga tidak lepas dari kritik. Puncaknya terjadi pada Mei lalu ketika Donald Trump mengundang 220 pemegang token terbesar ke jamuan makan malam eksklusif di klub golf miliknya di Virginia. Acara ini menuai kecaman karena dianggap memanfaatkan jabatan publik untuk keuntungan finansial pribadi, apalagi harga token sempat naik usai acara dipublikasikan.
Kembalinya Melania Trump mempromosikan koin meme Solana miliknya justru membuka kembali kontroversi lama soal penjualan token komunitas. Harga yang sudah terjun bebas hingga 98 persen membuat investor semakin skeptis, meskipun promosi terbaru sempat memicu lonjakan singkat.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para investor dan penggemar koin meme. Berikut adalah beberapa poin penting:
- Transparansi dan Akuntabilitas: Koin meme seringkali memiliki tingkat transparansi yang rendah. Investor perlu memastikan bahwa pengelola proyek bersikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Risiko Pasar: Harga koin meme bisa sangat fluktuatif. Investor harus siap menghadapi pergerakan harga yang cepat dan tidak pasti.
- Peran Tokoh Publik: Ketika tokoh publik seperti Melania Trump atau Donald Trump terlibat dalam proyek koin, hal ini bisa memengaruhi persepsi pasar dan memicu spekulasi.
- Analisis Data On-Chain: Data on-chain memberikan wawasan tentang aktivitas pengelola proyek dan aliran token. Investor sebaiknya memantau data ini untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.
- Pentingnya Edukasi: Investor perlu memahami dasar-dasar koin meme dan risiko yang terkait. Edukasi diri sendiri bisa membantu mengambil keputusan yang lebih bijak.
Dengan semua faktor tersebut, penting bagi investor untuk selalu waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh promosi atau hype yang muncul secara tiba-tiba.
Komentar
Kirim Komentar