Makna dan Filosofi Hari Sumpah Pemuda 2025 yang Wajib Diketahui

Makna dan Filosofi Hari Sumpah Pemuda 2025 yang Wajib Diketahui

Makna dan Filosofi Hari Sumpah Pemuda 2025 yang Wajib Diketahui

Makna dan Filosofi Hari Sumpah Pemuda 2025

Hari Sumpah Pemuda adalah peringatan penting yang selalu dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober. Peringatan ini mengingatkan kita akan semangat dan pengorbanan para pemuda zaman dulu yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, Sumpah Pemuda juga memiliki makna dan filosofi yang dalam, yang masih relevan hingga saat ini.

Advertisement

Pada peringatan Sumpah Pemuda, terdapat tiga ikrar utama yang menjadi dasar dari makna dan filosofi tersebut. Berikut penjelasannya:

  • Bertanah Air Satu: Tanah Indonesia
    Pada masa sebelum Kongres Pemuda II, istilah "tanah air" masih dipahami secara sempit. Daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Jawa, Minangkabau, dan Batak dianggap sebagai bagian dari tanah air masing-masing. Namun, setelah lahirnya ikrar bertanah air satu, kesadaran akan persatuan mulai tumbuh. Sejak saat itu, semua daerah dianggap sebagai satu kesatuan yaitu Tanah Indonesia. Di tengah keragaman budaya, bahasa, suku, dan agama, Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, kita memiliki rumah dan bendera yang sama: Tanah Indonesia dan bendera Merah Putih. Momentum ini juga mengingatkan kita untuk menjauhi sifat anti-keragaman dan memupuk rasa persatuan.

  • Berbangsa Satu: Bangsa Indonesia
    Ikrar kedua dalam Sumpah Pemuda adalah berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia. Pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 menegaskan bahwa kebangsaan Indonesia tidak terbatas pada satu suku atau daerah tertentu, tetapi mencakup seluruh rakyat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang heterogen, namun memiliki satu tujuan bersama. Kesadaran akan kebhinekaan ini merupakan salah satu makna paling mendalam dari Sumpah Pemuda. Dengan memahami hal ini, kita diingatkan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Berbahasa Satu: Bahasa Indonesia
    Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebelum adanya Bahasa Indonesia, masyarakat Nusantara menggunakan berbagai bahasa daerah yang berbeda-beda. Dengan lahirnya Bahasa Indonesia melalui Kongres Pemuda II, masyarakat yang sebelumnya terbelah oleh perbedaan bahasa mulai menyatu. Bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi yang dapat digunakan oleh semua suku dan etnis. Dengan demikian, Bahasa Indonesia bukan hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol persatuan dan identitas nasional.

Makna Tambahan dari Sumpah Pemuda

Selain tiga ikrar utama, Sumpah Pemuda juga memiliki makna tambahan yang penting untuk dipahami:

  • Persatuan untuk Mencapai Cita-Cita
    Kartono dan Susi Dyah Fatmawati dalam buku Memahami Sumpah Pemuda (2019) menjelaskan bahwa Sumpah Pemuda adalah inspirasi bagi generasi hari ini untuk mencapai cita-cita bangsa. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Begitu juga dengan kemerdekaan Indonesia, yang hanya bisa tercapai melalui persatuan dan kerja sama. Jika pemuda-pemudi Indonesia masih memprioritaskan kelompok masing-masing, maka persatuan dan kerja sama untuk melepas belenggu penjajahan tidak akan pernah berhasil.

  • Meningkatkan Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme
    Nasionalisme dan patriotisme adalah nilai-nilai yang harus dimiliki oleh setiap warga negara. Saat ini, banyak orang Indonesia masih meragukan makna nasionalisme. Padahal, jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi akan mendorong seseorang untuk berkontribusi nyata bagi negeri ini. Inilah makna Sumpah Pemuda yang harus terus digali dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar