
Aksi Peduli Lingkungan Mahasiswa Teknologi Pangan UNWIRA Kupang
Pada hari Sabtu (25/10), mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan (Tekpang) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang melaksanakan kegiatan peduli lingkungan di Taman Wisata Pantai Kelapa Satu Tenau Kota Kupang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya di lokasi wisata yang semakin ramai dikunjungi masyarakat.
Pantai Kelapa Satu, yang lebih dikenal dengan sebutan Pantai Gua Monyet Tenau, merupakan salah satu destinasi wisata populer di wilayah Kelurahan Alak, Kota Kupang. Lokasi ini sering dikunjungi oleh masyarakat, terutama pada sore hari untuk menikmati pemandangan sunset di punggung Pulau Semau yang berhadapan langsung dengan pantai tersebut.
Namun, keindahan pantai ini sering terganggu oleh sampah yang berserakan. Hal ini menjadi perhatian bagi mahasiswa Tekpang UNWIRA Kupang, yang kemudian mengambil tindakan nyata dengan menyediakan tiga buah tong sampah dari ember matex bekas. Tong-tong ini disumbangkan kepada pengelola lokasi wisata, yaitu Yaya Kia.
Tiga buah tong sampah tersebut diberi tulisan sederhana yang berbunyi, Kaka, sampah ditaruh di sini. Tulisan ini diharapkan dapat memancing kesadaran pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Ignatia Stefania Nino, mahasiswi semester V Prodi Tekpang FST UNWIRA, menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir. Ia juga berharap agar pengunjung pantai dan tempat wisata lainnya lebih sadar dalam mengelola sampah.
Kami hanya bisa memoles tiga ember matex bekas ini untuk dijadikan sarana bagi masyarakat pengunjung untuk menaruh sampah secara baik, ujarnya.
Menurut Ignatia, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Yaya Kia, pengelola lokasi wisata, menyambut baik sumbangan tiga buah tong sampah ini. Ia mengatakan bahwa selama ini ia dan lima orang lainnya bekerja memungut sampah setiap pagi setelah pengunjung berkunjung pada sore hari. Jumlah sampah yang dikumpulkan bervariasi, tergantung pada jumlah pengunjung.
Jika hari Sabtu, sampah yang dipungut bisa mencapai lima sampai tujuh karung plastik. Namun kalau hari Senin pagi, sampah yang dikumpulkan bisa mencapai 10 karung karena pengunjung selalu sangat ramai di hari Minggu sore, jelas Yaya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap bantuan dari mahasiswa Tekpang UNWIRA Kupang. Menurutnya, sumbangan ini akan membantu pengunjung untuk lebih sadar dalam membuang sampah. Ia berharap para pengunjung dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang mereka bawa ke lokasi wisata tersebut.
Kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan inisiatif seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan tanggung jawabnya dalam menjaga keindahan alam dan kebersihan lingkungan sekitar.
Komentar
Kirim Komentar