LRT Jabodebek Bermasalah, Penumpang Harus Berjalan Kaki di Pinggir Rel, Mengapa Tidak Ada Jalur Evak

LRT Jabodebek Bermasalah, Penumpang Harus Berjalan Kaki di Pinggir Rel, Mengapa Tidak Ada Jalur Evak

Advertisement

Penumpang LRT Jabodebek Terpaksa Berjalan di Pinggir Rel Akibat Gangguan

Sejumlah penumpang kereta listrik LRT Jabodebek terpaksa harus berjalan di pinggir rel setelah rangkaian kereta mengalami gangguan pada hari Sabtu (25/10). Kejadian ini viral di media sosial dan memicu pro dan kontra dari masyarakat. Banyak netizen menilai bahwa proses evakuasi yang dilakukan tidak aman dan berisiko.

Dalam sebuah video yang beredar, banyak penumpang terlihat berjalan di jalur pejalan kaki yang berada di sebelah rel. Netizen menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tersebut. Salah satu netizen mengatakan, "Ini jatuhnya bahaya, harus ada kerugian waktu dan kesempatan yang harus dibayar." Sementara itu, netizen lain berkomentar, "Kalo gua disitu gemeteran kali ya disuruh turun dengan ketinggian segitu."

Pertanyaan Mengenai Jalur Darurat

Banyak orang bertanya-tanya, mengapa tidak ada jalur darurat lain selain berjalan di walkway atau jalur pejalan kaki di pinggir jalur LRT Jabodebek? Hal ini menjadi pertanyaan penting yang muncul setelah kejadian tersebut.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak dirancang dengan menyediakan tangga langsung ke jalan raya. Ia menegaskan bahwa tujuan dari proses evakuasi adalah untuk memastikan semua penumpang tetap dalam kontrol dan pengawasan petugas.

"Untuk jalur evakuasi, LRT Jabodebek memang tidak menyediakan tangga langsung menuju jalan raya, karena seluruh proses evakuasi telah dirancang agar pengguna tetap berada di area jalur yang terkontrol dan dalam pengawasan petugas," ujar Mahendra kepada aiotrade, Minggu (26/10).

Penggunaan Tangga dan Jembatan Penghubung

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setiap trainset dilengkapi dengan tangga atau jembatan penghubung di pintu darurat. Alat-alat ini digunakan untuk mengarahkan pengguna menuju walkway secara aman. Dari walkway, petugas kemudian memandu pengguna menuju stasiun terdekat dengan pendampingan.

  • Proses evakuasi dirancang agar penumpang tetap dalam pengawasan petugas.
  • Tidak tersedia tangga langsung ke jalan raya sebagai jalur darurat.
  • Setiap trainset dilengkapi dengan tangga atau jembatan penghubung di pintu darurat.
  • Petugas memandu penumpang dari walkway menuju stasiun terdekat.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar