
Peristiwa Tanah Longsor di Jalan Mamasa-Tabang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menerima laporan mengenai kejadian tanah longsor yang menutup ruas jalan poros nasional penghubung Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Mamasa-Tabang pada Jumat, 24 Oktober 2025, sekitar pukul 01.00 Wita.
Berdasarkan laporan awal, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menjelaskan bahwa hujan deras sejak Kamis malam menjadi penyebab utama terjadinya longsoran di beberapa titik sepanjang jalur nasional tersebut.
"Kondisi cuaca di wilayah Mamasa sejak Kamis malam memang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Hal itu memicu terjadinya longsoran di beberapa titik di jalur Mamasa-Tabang," ujarnya, Minggu 26 Oktober 2025.
Tindakan Darurat yang Dilakukan
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mamasa segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat. TRC BPBD Mamasa langsung turun ke lokasi sejak dini hari dengan membawa alat berat seperti excavator, wheel loader, dan dump truck untuk membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan.
Selain itu, BPBD Kabupaten Mamasa juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat, TNI, Polri, instansi teknis terkait, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat. "Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar pembersihan material longsor bisa dilakukan secepat mungkin sehingga akses jalan nasional segera normal kembali," tambah Yasir.
Hingga Sabtu sampai Minggu pagi, proses pembersihan material longsor masih berlangsung di lapangan. Cuaca di sekitar lokasi masih dilaporkan hujan ringan hingga lebat.
Imbauan untuk Masyarakat
Yasir mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati serta mewaspadai potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi di wilayah pegunungan Mamasa. "Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati serta mewaspadai potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi di wilayah pegunungan Mamasa," tuturnya.
Yasir juga menyampaikan apresiasi atas respon cepat tim di lapangan. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Mamasa, TNI, Polri, dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan darurat ini," ujarnya.
Peran Pemimpin dalam Menghadapi Bencana
Sementara itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka turut memberikan arahan agar seluruh jajaran BPBD meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di tengah meningkatnya intensitas hujan. "Saya sudah meminta agar seluruh jajaran BPBD provinsi maupun kabupaten siaga penuh menghadapi cuaca ekstrem. Kewaspadaan dan kecepatan penanganan menjadi kunci dalam mengurangi dampak bencana di lapangan," tegasnya.
Proses Penanganan Bencana
Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam penanganan bencana:
- Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Mamasa segera diterjunkan ke lokasi kejadian.
- Alat berat seperti excavator, wheel loader, dan dump truck digunakan untuk membersihkan material longsoran.
- Koordinasi dilakukan dengan BPBD Provinsi Sulawesi Barat, TNI, Polri, instansi teknis terkait, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.
- Proses pembersihan material longsor masih berlangsung hingga Minggu pagi.
- Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
Komentar
Kirim Komentar