
Kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah ke PT Nadesico Nickel Industry
Di bawah terik matahari Kamis siang (23/10/2025), Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, berdiri di tepi sungai yang mengalir di dekat kawasan industri PT Nadesico Nickel Industry (NNI), Kecamatan Petasia Timur. Airnya tampak lebih jernih dari laporan sebelumnya tanda perbaikan setelah serangkaian teguran pemerintah provinsi. Namun bagi Anwar, kunjungan itu bukan sekadar inspeksi. Ia datang membawa pesan: investasi boleh berjalan, tapi lingkungan tidak boleh menjadi korban.
Saya ingin memastikan sendiri bagaimana kondisi sebenarnya di lapangan, kata Anwar dengan nada tegas namun tenang. Kita tidak menolak investasi, tetapi sungai, laut, dan tanah kita harus tetap hidup. Ucapan itu, bagi sebagian masyarakat, menjadi bentuk penegasan bahwa era kompromi terhadap pencemaran industri mulai berakhir di Sulawesi Tengah.
Kunjungan kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari surat teguran yang sebelumnya dikeluarkan pemerintah provinsi kepada pihak perusahaan. Teguran itu menyoroti pengelolaan limbah industri yang dinilai belum sesuai dengan standar lingkungan hidup. Kini, beberapa bulan setelah surat itu dikirim, Anwar datang untuk melihat apakah perubahan benar-benar terjadi atau sekadar janji di atas kertas.
Dari pantauan di lapangan, hasilnya cukup menggembirakan. Sungai yang sempat keruh kini menunjukkan warna alami. Sekitar 80 persen sudah membaik, kata Anwar. Namun ia menolak berpuas diri. Pemerintah, katanya, akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat. Perbaikan lingkungan bukan proyek semalam. Kita akan terus mengawasi sampai tuntas, ujarnya.
Bagi Anwar, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan adalah kunci. Ia menyebut Sulawesi Tengah memiliki potensi besar di sektor nikel, tapi juga menyimpan ekosistem pesisir dan sungai yang rentan. Kalau kita abai, kerusakan akan lebih mahal dari keuntungan ekonomi yang kita dapat, tambahnya.
Dalam dialog dengan manajemen perusahaan, Gubernur Anwar juga membahas soal kolaborasi jangka panjang. Ia menyoroti pentingnya dukungan PT NNI terhadap pembangunan infrastruktur di Morowali Utara, seperti perbaikan akses jalan dan program sodetan sungai untuk mencegah banjir. CSR bukan sekadar donasi, tapi investasi sosial yang menjaga keberlanjutan industri, kata Anwar.
Pihak perusahaan, melalui perwakilannya Irwansa, mengaku telah melakukan berbagai langkah korektif. Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan memperbaiki sistem pengelolaan limbah, jelasnya. Ia menyebut beberapa langkah konkret, mulai dari pemasangan membran penyaring hingga pengerukan lumpur di sungai. Hasilnya, kata dia, air yang keluar dari area perusahaan kini jauh lebih bersih.
Irwansa menegaskan, perusahaan tidak hanya ingin memulihkan citra, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi daerah. Kami menyiapkan sistem filtrasi jangka panjang agar tidak terjadi pencemaran kembali. Harapan kami, operasi yang sehat akan ikut meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat, ujarnya.
Kunjungan Anwar Hafid ke PT NNI mencerminkan pendekatan baru dalam tata kelola investasi di Sulawesi Tengah kombinasi antara pengawasan ketat dan dukungan terhadap iklim bisnis yang bertanggung jawab. Pemerintah provinsi, katanya, ingin mendorong investasi yang sehat, yaitu investasi yang tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tapi juga menghormati batas-batas ekologis.
Sulawesi Tengah harus dikenal bukan hanya karena kaya sumber daya, tapi karena mampu mengelola kekayaan alamnya dengan bijak, tutur Anwar sebelum meninggalkan lokasi. Kata-kata itu menggema seperti manifesto kecil: janji seorang gubernur untuk menempatkan lingkungan dan manusia sejajar dengan pertumbuhan ekonomi. Sebuah pesan yang, di tengah derasnya arus investasi global, terasa semakin relevan dari sebelumnya.
Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Lingkungan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memainkan peran penting dalam memastikan bahwa pengembangan industri tidak mengorbankan lingkungan. Dengan pendekatan yang lebih transparan dan partisipatif, pihaknya berusaha membangun kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
- Penegakan regulasi lingkungan yang ketat.
- Evaluasi berkala terhadap kinerja perusahaan.
- Pengembangan program CSR yang berkelanjutan.
- Peningkatan kesadaran masyarakat tentang perlindungan lingkungan.
Upaya Perusahaan dalam Memperbaiki Kondisi Lingkungan
PT Nadesico Nickel Industry (NNI) telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Pemasangan membran penyaring limbah.
- Pengerukan lumpur di sungai.
- Peningkatan sistem pengelolaan limbah.
- Pelibatan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengawasan.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada kemajuan, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Di masa depan, harapan besar diarahkan pada:
- Keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan lingkungan.
- Peningkatan teknologi dalam pengelolaan limbah.
- Kebijakan yang lebih ketat terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan.
- Penguatan sistem monitoring lingkungan secara berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar