Lihat Kinerja Bank yang Dikuasai Christilia Widjaja, Generasi Ketiga Sinar Mas

Lihat Kinerja Bank yang Dikuasai Christilia Widjaja, Generasi Ketiga Sinar Mas

Advertisement

Kinerja Finansial BPR Berkat Artha Melimpah Mencatat Lonjakan Signifikan

PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Berkat Artha Melimpah, yang sedang dalam proses akuisisi oleh Christilia Widjaja, generasi ketiga dari keluarga konglomerat Sinar Mas, mencatat lonjakan kinerja yang signifikan pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Laporan keuangan per September 2025 menunjukkan bahwa laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp22,7 juta, berbalik positif dibandingkan posisi rugi Rp535,85 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga yang melonjak 3.817% year-on-year (yoy), dari Rp134,37 juta menjadi Rp5,26 miliar. Selain itu, provisi kredit juga meningkat signifikan sebesar 7.297,79% yoy menjadi Rp611,81 juta, mencerminkan aktivitas pembiayaan yang semakin ekspansif.

Dari sisi beban, BPR Berkat Artha Melimpah juga mencatat kenaikan pada beberapa pos. Beban kerugian penurunan nilai naik 32.558,97% yoy menjadi Rp4,44 miliar dari sebelumnya Rp13,59 juta, sejalan dengan pembentukan cadangan atas peningkatan volume kredit. Beban bunga meningkat 8.430,6% yoy menjadi Rp2,36 miliar, sementara beban administrasi dan umum naik 151,51% yoy menjadi Rp2,35 miliar. Secara keseluruhan, beban operasional mencapai Rp9,26 miliar, atau naik 815,16% yoy dari Rp1,01 miliar pada September 2024.

Peningkatan Kredit dan Dana

Dari sisi intermediasi, jumlah kredit yang diberikan meningkat sangat signifikan 52.776% yoy, dari Rp107,41 juta pada September 2024 menjadi Rp56,79 miliar pada September 2025. Rinciannya, kredit yang diberikan kepada nonbank-pihak tidak terkait mencapai Rp57,26 miliar, sedangkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang dibentuk mencapai Rp56,80 miliar, naik dari Rp107,41 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada penempatan dana di bank lain yang tumbuh 46,73% yoy, dari Rp7,16 miliar pada September 2024 menjadi Rp10,51 miliar pada September 2025. Penempatan pada bank lain tercatat sebesar Rp10,53 miliar, meningkat dari Rp7,17 miliar tahun lalu. Sementara itu, cadangan kerugian penurunan nilai atas penempatan juga naik menjadi Rp35,2 juta, dibandingkan Rp13,08 juta pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Simpanan dan Aset

Dari sisi pendanaan, total simpanan yang dihimpun melonjak 1.000,4% yoy menjadi Rp58,61 miliar dari Rp5,33 miliar pada tahun sebelumnya. Rinciannya, tabungan naik 32.433,12% yoy menjadi Rp16,73 miliar, sementara deposito meningkat 693,86% yoy menjadi Rp41,87 miliar. Total aset BPR Berkat Artha Melimpah mencapai Rp69,14 miliar per September 2025, naik 739,71% yoy dari Rp8,23 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Rasio kecukupan modal (KPMM) tercatat 10,95%, berada di atas batas minimum ketentuan regulator. Rasio efisiensi alias BOPO tercatat 99,54%, mencerminkan efisiensi operasional yang ketat seiring peningkatan pendapatan. Rasio imbal hasil aset (ROA) sebesar 0,05% menunjukkan profitabilitas yang mulai positif, sementara margin bunga bersih (NIM) pada level 7,18%.

Kualitas Aset dan Likuiditas

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL gross dan net) tetap 0%. Adapun rasio cadangan terhadap PPKA mencapai 100%, dan rasio likuiditas (cash ratio) berada di 10,47%. Sementara itu, loan to deposit ratio (LDR) tercatat 97,66%.

Pengendali Baru

Sebelumnya diberitakan bahwa Christilia Angelica Widjaja, cucu dari pendiri konglomerasi Sinar Mas, akan menjadi pengendali baru BPR Berkat Artha Melimpah. Aksi korporasi itu terungkap dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 22 Oktober 2025. Melalui skema penambahan modal, Christilia bakal memperbesar porsi kepemilikannya hingga melampaui 50% saham BPR Artha.

Langkah tersebut sekaligus menggeser dua pemegang saham lama, Hendrik Suhardiman dan Budy Setiawan, yang sebelumnya menguasai masing-masing 38,63% saham, menjadi pemegang minoritas. Sebelum injeksi modal dilakukan, Christilia sudah memiliki 22,74% saham di bank tersebut. Setelah aksi korporasi rampung, porsi kepemilikannya akan meningkat menjadi sekitar 57,86%, menempatkannya sebagai pengendali mayoritas. Manajemen BPR Artha menargetkan proses pengambilalihan selesai dalam 30 hari sejak pengumuman resmi.

"Pihak yang mengambil alih Christilia Angelica Widjaja, target penyelesaian dalam 30 hari ke depan," tulis perusahaan dalam pengumumannya, dikutip Kamis (23/10/2025). BPR Artha merupakan bank perekonomian rakyat berbasis lokal yang fokus pada layanan keuangan mikro, simpanan, dan kredit produktif bagi pelaku usaha kecil.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar