Teknologi Baterai Canggih Changan yang Mampu Menjangkau Jarak 1.500 Kilometer

Berbagai merek otomotif kini terus berlomba menciptakan baterai mobil listrik dengan teknologi tinggi dan keamanan yang mumpuni. Salah satu brand asal China, Changan, yang akan hadir di Indonesia akhir November, juga turut serta dalam persaingan ini. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mengembangkan generasi baru baterai electric vehicle (EV) yang diberi nama Golden Shield. Baterai tersebut diklaim mampu meningkatkan kepadatan energi hingga 500 Watt-hour (Wh)/kg, jauh lebih tinggi dari rata-rata baterai EV saat ini yang hanya sekitar 150 Wh/kg.
"Sehingga mampu memberikan jarak tempuh hingga 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya atau setara dengan jarak dari Jakarta ke Lombok," ujar Setiawan pada wartawan di Chongqing, China, Jumat (24/10).
Baterai Golden Shield dipamerkan di depan pintu masuk workshop setelah aiotrade melihat langsung bentuknya saat mengunjungi Changan Digital Intelligent Factory.

Setiawan menambahkan, baterai Golden Shield telah terpasang dan diuji di 1 juta kendaraan Changan. Dari uji coba itu, tidak ada satu pun insiden overheat. Umur baterai juga tidak menurun walau sudah menempuh jarak 600.000 kilometer. Baterai Golden Shield pun telah menggunakan sistem Artificial Intelligence (AI) yang terkoneksi dengan mobil dan cloud. Sistem AI itu digunakan untuk menganalisis kondisi mobil. "Tingkat kesalahan prediksi battery health kurang dari 3 persen," ucapnya.

Dari segi keamanan, baterai Golden Shield dilindungi Honeycomb Aluminium Shield. Perlindungan itu diklaim 3 kali lebih aman dibanding standar perlindungan bawah bodi C-IASI. "Pengisian dayanya dari 30 ke 80 persen hanya dalam 10 menit," kata Setiawan. Jika tak ada aral melintang, Changan berencana memasang baterai tersebut ke mobil prototype pada akhir 2025 atau awal 2026. Setelahnya bakal diproduksi massal pada 2027.
Pengembangan Baterai oleh Ratusan Pakar AI
Penemuan baterai Golden Shield merupakan hasil kerja keras Pusat Riset dan Pengembangan (R&D) Changan Global di Chongqing. Tim R&D tersebut diisi lebih dari 100 pakar AI dan 1.000 spesialis. Khusus pengembangan baterai, ada lebih dari 1.200 pakar yang terlibat. Selain di Chongqing, pusat R&D Changan juga tersebar di negara lain. Total ada 16 pusat R&D, 17 perusahaan teknologi, serta 180 laboratorium milik Changan yang tersebar di China, Inggris, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat.
Dari upaya tersebut, Changan memiliki lebih dari 400 paten teknologi inti di bidang energi terbarukan, serta 580 paten lain yang sedang dalam proses. "Changan mengalokasikan 5 persen dari pendapatan penjualannya setiap tahun untuk riset dan pengembangan," kata Setiawan. aiotrade mengunjungi Pusat R&D Changan di Chongqing pada Jumat (24/10) lalu. Di sana dipamerkan platform mobil listrik, mesin New Bluecore HE1.5 T High-Pressure Direct Injection Dedicated Hybrid Engine, teknologi Intelligent Distibuted E-drive, hingga AI SDA Pilot.
Proses Produksi Mobil dalam Waktu Singkat
Selain ke Pusat R&D, aiotrade bersama media lainnya juga bertandang ke Changan Digital Intelligent Factory. Pertama kami diajak ke Pressure Casting Workshop. Di tempat itu, kami melihat proses manufaktur pembentukan bagian bodi mobil. Seluruhnya dilakukan otomatis dengan bantuan robot.
Setelahnya, kami menuju workshop baterai. Selain melihat bentuk baterai Golden Shield, kami juga ditunjukkan proses produksi baterai LFP/NMC. Di workshop ini, tak semuanya dikerjakan robot. Terdapat para pekerja yang terlibat di setiap tahap mulai dari penyusunan sel baterai, modul, hingga perakitan paket baterai.

Workshop dengan investasi hampir Rp 1 triliun itu mampu memproduksi baterai LFP/NMC cell to pack (CTP) maupun cell to vehicle (CTV) sebanyak 280 ribu unit per tahun. Satu pack baterai dihasilkan hanya dalam waktu 51 detik. Kami kemudian bergeser ke Final Assembly Workshop. Di sana mobil yang masih berbentuk platform dirakit dengan robot menjadi mobil seutuhnya. Adapun para pekerja mengurusi bagian perkabelan maupun interior.

Di tahap akhir, pekerja menginspeksi kembali mobil yang telah dirakit utuh. Setelahnya, mobil dicek kaki-kakinya melalui bump test. Terakhir, mobil akan melalui tes hujan dengan air bertekanan tinggi. Changan menyebut proses final assembly satu unit mobil hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit.
Secara umum, Changan Digital Intelligent Factory dilengkapi lebih dari 800 intelligent device, 1.400 robot, 650 intelligent AGV, dan 200 workstation yang bekerja secara otomatis. Penerapan teknologi di pabrik tersebut mampu menurunkan biaya produksi hingga 20 persen.

Komentar
Kirim Komentar