Kronologi dan Motif Siswa SMA yang Aniaya Remaja di Jalan, Dua Orang Ditangkap Polisi

Kronologi dan Motif Siswa SMA yang Aniaya Remaja di Jalan, Dua Orang Ditangkap Polisi

Kronologi dan Motif Siswa SMA yang Aniaya Remaja di Jalan, Dua Orang Ditangkap Polisi

Insiden Penganiayaan Siswa SMA di Langkat Viral di Media Sosial

Sebuah insiden penganiayaan yang melibatkan dua siswa SMA di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menjadi perhatian publik setelah video kekerasan tersebut beredar luas di media sosial. Peristiwa ini menimpa seorang remaja berinisial B (16 tahun) dan memicu kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan sekolah serta perilaku siswa.

Advertisement

Peristiwa Penganiayaan Terjadi di Luar Sekolah

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2025, sekitar pukul 13.00 WIB, di luar lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri Tanjung Pura, Langkat. Dalam video yang beredar, korban tampak dikelilingi oleh beberapa siswa yang mengenakan seragam pramuka. Mereka melakukan tindakan kekerasan dengan memukul dan menendang korban secara berulang kali.

Salah satu adegan yang paling mengkhawatirkan adalah ketika kepala korban ditendang hingga terjatuh ke semak-semak di pinggir jalan. Saat korban mencoba bangkit, ia kembali diserang hingga akhirnya berlutut dan tidak berdaya. Video tersebut disertai narasi yang menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan penganiayaan oleh siswa SMA di Tanjung Pura.

Motif Penganiayaan Diduga Akibat Masalah Sepele

Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah II, Abdul Kediri Sumorangkir, penganiayaan ini diduga dipicu oleh masalah sepele antara korban dan para pelaku. Informasi yang diterima dari kepala sekolah menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena korban menyinggung pelaku dengan menggeber sepeda motor. Motif ini pun bereskalasi menjadi tindakan kekerasan yang serius.

Tindakan Aparat Kepolisian

Menanggapi viralnya video tersebut, Polres Langkat bertindak cepat dengan menangkap dua siswa yang diduga sebagai pelaku penganiayaan. Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyatakan bahwa kedua pelaku sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan. "Untuk sementara kami sudah amankan dua orang," ujar David.

Status keduanya saat ini masih sebagai terperiksa, dan penyidik tengah mendalami keterangan saksi untuk mengetahui motif dan kronologi lengkap kejadian. Pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini dengan serius dan memastikan bahwa pelaku mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

Respons dari Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah II juga memberikan perhatian serius terhadap insiden ini. Abdul Kediri Sumorangkir menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah terkait untuk mendalami kasus tersebut dan memastikan adanya langkah tegas terhadap para pelaku. "Informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan," ujarnya.

Pihak dinas pendidikan menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa. Kasus penganiayaan ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait, terutama sekolah dan orang tua.

Langkah Preventif dan Edukatif

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh dua siswa SMA di Langkat terhadap seorang remaja berinisial B merupakan peristiwa serius yang memerlukan perhatian dan tindakan tegas. "Langkah-langkah preventif dan edukatif harus terus dikembangkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan positif bagi generasi muda Indonesia."



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar