Kremlin Kritik IOC Terapkan Standar Ganda dalam Penolakan Visa Atlet Israel

Kremlin Kritik IOC Terapkan Standar Ganda dalam Penolakan Visa Atlet Israel

Kremlin Kritik IOC Terapkan Standar Ganda dalam Penolakan Visa Atlet Israel

Kritik terhadap Standar Ganda IOC oleh Juru Bicara Kremlin

Dalam pernyataannya kepada saluran olahraga Rusia Match TV, Kamis (24/10/2025), Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menilai bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerapkan standar ganda dalam menanggapi keputusan Indonesia yang menolak menerbitkan visa bagi atlet Israel untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 di Jakarta.

Advertisement

Menurut Peskov, sikap IOC terhadap Indonesia berbeda dengan tanggapannya terhadap negara-negara yang menolak mengeluarkan visa bagi atlet Rusia. Ia menilai bahwa IOC tidak konsisten dan sering kali menunjukkan sikap yang munafik. Tentu saja ada standar ganda, ujarnya saat menjawab pertanyaan tentang tindakan IOC yang dinilainya tidak adil.

Ia menambahkan bahwa IOC sering kali menghalangi hak atlet Rusia, namun tidak menunjukkan reaksi serupa ketika negara-negara Barat menolak visa bagi atlet Rusia. Hal ini menunjukkan bahwa komite tersebut tidak menjunjung prinsip kesetaraan dan keadilan dalam olahraga internasional.

Rekomendasi IOC Terkait Kejuaraan di Indonesia

Sebelumnya, Komite Eksekutif IOC mengeluarkan rekomendasi kepada seluruh federasi olahraga internasional agar tidak menggelar kejuaraan di Indonesia. Rekomendasi ini dikeluarkan setelah pemerintah Indonesia menolak memberikan visa bagi atlet Israel untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53.

Selain itu, IOC juga menghentikan seluruh bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Nasional (NOC) Indonesia terkait rencana pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade maupun Olimpiade Remaja. Langkah ini dilakukan hingga ada jaminan bahwa seluruh peserta dapat masuk tanpa diskriminasi kewarganegaraan.

Tim Nasional Israel Tidak Dapat Berlaga

Tim nasional Israel sejatinya dijadwalkan tampil pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 yang berlangsung di Jakarta pada 1925 Oktober 2025. Sebelumnya, Federasi Senam Israel (IGF) mengklaim telah menerima jaminan dari pemerintah Indonesia bahwa atlet Israel dapat berpartisipasi.

Namun, pemerintah Indonesia kemudian menolak menerbitkan visa bagi kontingen Israel, sehingga tim tersebut gagal berlaga di ajang tersebut. Hal ini menimbulkan protes dari IGF, yang sempat mengajukan dua gugatan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) untuk meminta keputusan sementara atas langkah Indonesia.

Kedua gugatan tersebut akhirnya ditolak oleh CAS. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan Indonesia untuk menolak visa bagi atlet Israel tidak dapat dibatalkan melalui jalur hukum.

Komentar IOC dan Perspektif Global

Perlu diketahui bahwa IOC sering kali menjadi subjek kritik karena dianggap tidak objektif dalam menangani isu-isu politik yang terkait dengan olahraga. Dalam kasus ini, keputusan Indonesia untuk menolak visa bagi atlet Israel dianggap sebagai tindakan yang bertentangan dengan prinsip olimpiade yang menyatukan semua negara tanpa memandang latar belakang politik atau agama.

Namun, di sisi lain, beberapa negara juga memiliki kebijakan serupa terkait partisipasi atlet dari negara tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang terjadi tidak hanya terbatas pada satu negara, tetapi mencerminkan tantangan global dalam menjaga keadilan dan kesetaraan dalam olahraga internasional.

Kesimpulan

Kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara olahraga dan politik di tingkat internasional. Kritik yang dilemparkan oleh Juru Bicara Kremlin terhadap standar ganda IOC menunjukkan bahwa isu-isu seperti ini tidak hanya memengaruhi hubungan diplomatik antar negara, tetapi juga memengaruhi citra dan kepercayaan terhadap institusi olahraga global.

Dengan demikian, penting bagi IOC dan organisasi olahraga lainnya untuk terus memperkuat prinsip-prinsip dasar olahraga, yaitu kesetaraan, keadilan, dan persatuan, tanpa memandang latar belakang politik atau agama dari peserta.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar