KNPI Soroti Tiga Kabupaten di Papua Tengah Kena Mati Lampu dan Harga Sembako Tinggi

KNPI Soroti Tiga Kabupaten di Papua Tengah Kena Mati Lampu dan Harga Sembako Tinggi

KNPI Soroti Tiga Kabupaten di Papua Tengah Kena Mati Lampu dan Harga Sembako Tinggi

Advertisement

Keluhan Warga Tiga Kabupaten di Papua Tengah

Warga tiga kabupaten di Provinsi Papua Tengah, yaitu Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, mengeluhkan tingginya harga sembako serta pemadaman listrik yang terus-menerus terjadi. Masalah ini menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai, Melison Dogopia, meminta pemerintah daerah di tiga kabupaten tersebut segera berkoordinasi dengan PLN untuk mencari solusi terkait masalah yang sedang dihadapi warga.

Menurut Melison, banyak warga mengklaim bahwa penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar untuk kebutuhan PLN, tidak berjalan sesuai harapan meskipun pasokan dari Nabire terus dikirim.

Banyak masyarakat mengadu bahwa ada oknum petugas PLN yang diduga menjual solar milik PLN ke luar. Akibatnya, warga dan pemerintah menjadi korban, ujar Melison Dogopia, Senin (27/10/2025).

Ia meminta para bupati di Dogiyai, Deiyai, dan Paniai turun langsung ke PLN untuk memastikan penyebab pemadaman dan dugaan penyalahgunaan solar tersebut.

Melison menegaskan bahwa pemadaman listrik berkepanjangan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat dan pelayanan publik di tiga kabupaten tersebut.

PLN sebagai BUMN seharusnya bekerja profesional dan memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat, katanya.

Ia menambahkan bahwa akses jalan dari Nabire ke Paniai sudah lancar, sehingga tidak ada alasan bagi PLN untuk terus melakukan pemadaman.

Kami menduga ada oknum di PLN yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi, tutup Melison.

Dampak Pemadaman Listrik pada Masyarakat

Pemadaman listrik yang terjadi secara berkala di tiga kabupaten tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Berbagai aktivitas sehari-hari seperti belajar, bekerja, dan berdagang terganggu karena ketergantungan terhadap listrik.

Selain itu, fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah juga terkena dampak negatif dari pemadaman listrik. Ketersediaan energi listrik yang tidak stabil menyulitkan pengoperasian peralatan medis dan sistem pendidikan.

Masalah ini juga berdampak pada perekonomian lokal. Banyak usaha kecil dan menengah kesulitan dalam menjalankan operasional mereka akibat tidak adanya pasokan listrik yang stabil.

Penyaluran BBM yang Tidak Lancar

Penyaluran BBM, khususnya solar, yang tidak berjalan semestinya juga menjadi salah satu isu utama yang disampaikan oleh warga. Meski pasokan dari Nabire terus dikirim, namun distribusi tidak berjalan efektif.

Banyak warga merasa kecewa karena tidak dapat mengakses BBM yang seharusnya tersedia untuk kebutuhan mereka. Hal ini memperparah kesulitan hidup masyarakat yang sudah terpuruk akibat pemadaman listrik.

Peran PLN dalam Menyelesaikan Masalah

PLN sebagai BUMN memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pasokan listrik dan BBM yang stabil di wilayah-wilayah yang menjadi kewenangannya. Namun, saat ini, banyak masyarakat meragukan kompetensi dan integritas PLN dalam menjalankan tugasnya.

Diperlukan tindakan nyata dari PLN untuk menyelesaikan masalah ini. Salah satunya adalah memastikan bahwa semua pasokan BBM yang dikirim benar-benar digunakan untuk kebutuhan yang seharusnya, bukan disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Kesimpulan

Masalah yang dihadapi oleh warga tiga kabupaten di Papua Tengah sangat serius dan memerlukan perhatian segera dari pemerintah dan PLN. Dengan koordinasi yang baik dan tindakan proaktif, diharapkan kondisi dapat segera diperbaiki agar kehidupan masyarakat kembali normal.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar