KNKT Selidiki Kecelakaan Kereta Purwojaya

KNKT Selidiki Kecelakaan Kereta Purwojaya

Advertisement

Insiden Kereta Api Purwojaya di Stasiun Kedunggedeh

Kereta Api Purwojaya (58F) mengalami kecelakaan anjlok di sekitar Stasiun Kedunggedeh, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan beberapa perjalanan kereta harus dibatalkan sementara.

Insiden terjadi pada Sabtu (26/10/2025), sekitar pukul 14.14, saat KA yang berangkat dari Gambir menuju Kroya melintasi kilometer 56 1/2 emplasemen Stasiun Kedunggedeh. Dua gerbong terakhir dari rangkaian kereta tersebut anjlok dan menimbulkan kepanikan baik bagi penumpang maupun warga sekitar.

Penyelidikan Dilakukan oleh Pihak Terkait

Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Penyelidikan dilakukan segera setelah insiden terjadi.

"KNKT dan Dirjen Perkeretaapian bersama direksi KAI telah melihat lokasi kejadian. Sampai saat ini penyelidikan penyebab anjloknya kereta masih berlangsung," ujar Anne.

Ia menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kejadian, seperti sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta faktor lainnya. Namun, penyebab pasti akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai dilakukan.

Reaksi Warga dan Penumpang

Kejadian ini sempat menghebohkan warga sekitar. Bahkan, sebuah rekaman video amatir berhasil menangkap proses anjloknya dua gerbong terakhir dari rangkaian kereta tersebut. Beberapa saksi mata mengaku kaget ketika melihat kereta mengeluarkan asap dan suara gemuruh yang cukup keras sesaat sebelum anjlok.

Eka (32), salah seorang warga yang turut mengabadikan peristiwa, mengatakan:

"Kaget, karena sebelum kejadian, itu kereta ada asapnya. Jalannya mah biasa kenceng tapi ada asapnya. Nah, pas lewat jembatan itu anjlok, rodanya keluar dari rel. Kenceng banget suaranya."

Sementara itu, Ade Harsa (32), seorang penumpang, mengaku tidak merasakan hal aneh sejak awal perjalanan dari Gambir. Namun, ia sempat mendengar gemuruh dan gerbong yang lebih goyang saat melintasi lokasi kejadian.

"Tapi terus kereta agak goyang sampai ada guncangan lumayan kenceng terus ngedadak keretanya ngerem. Saya pikir nabrak sesuatu, ternyata dua gerbong anjlok. Penumpang panik, apalagi yang di gerbong paling belakang karena posisinya miring dekat sungai," kata Ade.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Insiden ini menunjukkan pentingnya keselamatan dalam operasional kereta api. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini dapat memberikan pelajaran berharga bagi pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan dan perawatan fasilitas kereta api.

Selain itu, para penumpang dan warga sekitar juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak KAI atau otoritas transportasi terkait. Dengan adanya investigasi yang dilakukan oleh KNKT dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, diharapkan penyebab pasti dari kejadian ini dapat segera diketahui dan tindakan pencegahan dapat diterapkan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar