
Pergerakan Saham Bank Besar di BEI pada Akhir Pekan
Pada penutupan perdagangan Jumat (3/10) pukul 16:00 WIB, pergerakan saham bank besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren yang beragam. Beberapa saham mengalami kenaikan, sementara yang lainnya mengalami penurunan atau stagnan.
Saham Bank Central Asia (BBCA) Menguat
Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil menguat dalam perdagangan hari ini. Penutupan perdagangan tercatat di level Rp 7.525 per saham, naik sebesar 0,33% dibandingkan dengan penutupan sebelumnya. Selama sesi perdagangan, saham BBCA sempat menyentuh level tertinggi di Rp 7.550 sebelum melandai menjelang penutupan.
- Grafik saham BBCA dapat dilihat di bawah ini:
Saham Bank Mandiri (BMRI) Tertekan Terdalam
Saham Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengalami penurunan terbesar di antara saham bank besar hari ini. Penutupan perdagangan tercatat di harga Rp 4.310 per saham, turun 1,15% dibandingkan penutupan Kamis (2/10). Meskipun pada awal sesi saham BMRI sempat menguat ke level tertinggi Rp 4.380, namun tidak mampu bertahan di zona hijau hingga akhir sesi.
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Turun Tipis
Saham Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengalami penurunan tipis sebesar 0,54%. Penutupan perdagangan tercatat di level Rp 3.690 per saham. Seperti saham BMRI, BBRI sempat menguat di awal sesi, tetapi akhirnya kembali tertekan hingga akhir perdagangan.
Saham Bank Negara Indonesia (BBNI) Stagnan
Berbeda dengan saham bank lainnya, saham Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) tidak mencatat perubahan harga. Emiten ini bertahan di level Rp 4.040 per saham, sama dengan penutupan perdagangan Kamis. Saat ini, saham BBNI terpantau stabil dan tidak mengalami fluktuasi signifikan.
Kesimpulan
Pergerakan saham bank besar di BEI pada akhir pekan menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Sementara BBCA mengalami kenaikan, BMRI mengalami penurunan terbesar, BBRI sedikit melemah, dan BBNI tetap stabil. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal perusahaan. Investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Komentar
Kirim Komentar