Ketua Komisi X DPR Dorong Diplomasi Pemerintah dengan IOC

Ketua Komisi X DPR Dorong Diplomasi Pemerintah dengan IOC

JAKARTA, aiotrade

Advertisement

Ketua Komisi X DPR RI Hefitah Sjaifudian mengajak pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk menjalani jalur diplomasi yang terbuka dan konstruktif dengan International Olympic Committee (IOC). Hal ini disampaikan oleh Hefitah dalam pernyataannya kepada Jurnalis Kompas TV, Claudia Carla Sonia Septiana, pada Kamis (24/10/2025).

Indonesia harus menegaskan komitmennya terhadap sportifitas dan perdamaian dunia sekaligus meminta IOC untuk tidak menerapkan standar ganda dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, ujar Hefitah.

Dengan dialog yang saling menghormati, diharapkan solusi yang adil dapat ditemukan sehingga Indonesia tetap dihormati sebagai negara yang menjunjung tinggi olahraga, perdamaian dan sekaligus kemanusiaan.

Hefitah menuturkan, Komisi X percaya meski isu sanksi IOC terhadap Indonesia tidak dibahas secara khusus di DPR, pemerintah akan mengambil langkah diplomatis yang cermat dan bermartabat.

Untuk menjaga posisi Indonesia di dunia olahraga tanpa mengabaikan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif serta komitmen terhadap nilai kemanusiaan, kata Hefitah.

Kami juga meyakini Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia mampu menjelaskan posisi Indonesia secara proporsional kepada IOC.

Menurut Hefitah, melalui dialog terbuka dan semangat sportifitas, Indonesia diharapkan dapat mempertahankan kehormatan bangsa sekaligus menegaskan komitmen terhadap perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan sebagaimana amanat konstitusi.

Agar masalah serupa tidak terulang, pemerintah perlu menyusun kebijakan yang jelas dan terintegrasi antara Kemenpora, Kemenlu, dan KOI terkait partisipasi atlet dari negara dengan isu politik yang sensitif, ujarnya.

Pendekatan ini harus laras dengan prinsip diplomasi Indonesia dan aturan olahraga internasional serta diiringi komunikasi aktif dengan IOC untuk mencari solusi yang memisahkan urusan olahraga dan politik.

Langkah-langkah yang Diperlukan

  • Meningkatkan komunikasi antara lembaga terkait: Pemerintah perlu memastikan koordinasi yang baik antara Kemenpora, Kemenlu, dan KOI dalam menghadapi isu-isu yang berkaitan dengan partisipasi atlet dari negara dengan situasi politik yang kompleks.

  • Membangun hubungan yang lebih baik dengan IOC: Dialog yang terbuka dan saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga hubungan baik dengan IOC. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dihargai sebagai bagian dari komunitas olahraga global.

  • Memperkuat prinsip diplomatik Indonesia: Pemerintah harus menjaga prinsip diplomatik yang bebas aktif sambil tetap mematuhi aturan olahraga internasional. Ini akan membantu Indonesia mempertahankan posisinya di panggung internasional.

  • Menciptakan kebijakan yang jelas dan terintegrasi: Kebijakan yang terarah dan terpadu akan memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian.

Tantangan yang Dihadapi

  • Isu politik yang memengaruhi olahraga: Masalah politik sering kali berdampak pada dunia olahraga, terutama ketika atlet dari negara dengan isu sensitif ingin berpartisipasi. Pemerintah harus mampu menghadapi tantangan ini dengan bijak.

  • Standar ganda dari IOC: Ada kekhawatiran bahwa IOC mungkin menerapkan standar yang berbeda dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini bisa merusak reputasi Indonesia di dunia olahraga.

  • Perlu adanya solusi yang adil: Solusi yang adil diperlukan agar semua pihak merasa dihormati dan dipenuhi haknya. Ini akan memastikan bahwa Indonesia tetap dihargai sebagai negara yang menjunjung tinggi olahraga dan perdamaian.

Kesimpulan

Hefitah Sjaifudian menekankan pentingnya pendekatan diplomatis yang terbuka dan konstruktif dalam menghadapi isu-isu yang berkaitan dengan IOC. Dengan dialog yang saling menghormati, diharapkan solusi yang adil dapat ditemukan. Selain itu, pemerintah perlu menyusun kebijakan yang jelas dan terintegrasi untuk menjaga posisi Indonesia di dunia olahraga tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kemanusiaan dan perdamaian.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar