Kereta Anjlok Berulang, Komisi V Minta Audit Keselamatan Mandiri

Kereta Anjlok Berulang, Komisi V Minta Audit Keselamatan Mandiri

Advertisement

Kecelakaan Kereta Api Terus Terjadi, DPR Minta Audit Keselamatan Independen

Beberapa waktu terakhir, kasus kereta api yang anjlok kembali menjadi perhatian publik. Berbagai insiden terjadi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk di bulan Agustus lalu, saat tiga kejadian berbeda tercatat, seperti kereta Argo Bromo di Subang, KRL di Stasiun Jakarta Kota, dan Kereta Kuala Stabas di Lampung. Pada bulan ini, kembali terjadi kecelakaan dengan Kereta Purwojaya di Kedunggede Bekasi. Meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini tetap menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem transportasi kereta api.

Syaiful Huda, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, menyampaikan bahwa kasus-kasus tersebut tidak bisa dianggap sepele. Ia menekankan pentingnya melakukan audit keselamatan independen untuk memastikan objektivitas rekomendasi perbaikan layanan kereta api di Indonesia.

Jumlah Penumpang Kereta Api yang Tinggi

Dalam beberapa tahun terakhir, kereta api telah menjadi tulang punggung transportasi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata jumlah total penumpang kereta api per tahun mencapai ratusan juta. Tahun 2023, total penumpang kereta api nasional mencapai 365 juta, sedangkan pada tahun 2024 jumlahnya meningkat menjadi 504-505 juta.

Syaiful Huda menjelaskan bahwa tingginya jumlah penumpang ini menunjukkan betapa pentingnya kereta api sebagai moda transportasi. Oleh karena itu, setiap insiden kecelakaan harus menjadi fokus evaluasi dan perbaikan.

Tiga Masalah Utama yang Menyebabkan Kecelakaan

Menurut Syaiful Huda, tingginya intensitas kecelakaan kereta api di Indonesia menunjukkan adanya krisis keselamatan transportasi. Ada tiga masalah utama yang seringkali menjadi penyebab kecelakaan, yaitu:

  • Usia prasarana yang sudah tua
  • Akumulasi kerusakan sarana
  • Adanya cacat prosedur operasional

Ia menilai, masalah-masalah ini membutuhkan intervensi kebijakan, regulasi, serta aksi konkret yang radikal, mengingat jumlah penumpang yang sangat besar.

Langkah Konkret untuk Menghindari Kecelakaan

Legislator asal Jabar VII ini mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera mengambil langkah-langkah konkret agar kecelakaan kereta api tidak terulang. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:

  • Melakukan peremajaan infrastruktur dengan teknologi terbaru
  • Meremajakan jalur rel yang sudah usang
  • Memasang teknologi pengawasan rel seperti track geometry measurement system untuk memindai kerusakan rel secara otomatis

Selain itu, Syaiful Huda menyarankan untuk beralih dari perawatan korektif yang hanya dilakukan setelah terjadi kerusakan, menjadi perawatan prediktif berbasis data sensor. Praktik ini sudah diterapkan di negara-negara maju dan dianggap lebih efektif dalam mencegah kecelakaan.

Pentingnya Investasi dalam Teknologi dan Sumber Daya

Untuk mencapai standar keselamatan yang lebih baik, investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia menjadi hal yang mutlak. Diperlukan komitmen dari pemerintah dan pelaku transportasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan keamanan kereta api. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa aman dan percaya menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar