Kepala SPPG Bekasi 29 Tahun Diduga Perkosa Pegawai Wanita, Korban Alami Trauma

Kepala SPPG Bekasi 29 Tahun Diduga Perkosa Pegawai Wanita, Korban Alami Trauma

Kasus Pelecehan di SPPG Bekasi, Kepala Unit Diduga Lakukan Tindakan Tak Senonoh

Sebuah kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang kepala unit pelayanan kesehatan di Kota Bekasi, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik. Peristiwa ini menimpa seorang pegawai wanita berinisial RDA (28), yang kini mengalami trauma akibat tindakan tidak pantas dari atasan yang ia tempati.

Advertisement

KP, yang merupakan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Jatiasih, diduga melakukan aksi tak senonoh terhadap RDA. Aksi tersebut terekam jelas dalam rekaman CCTV dan viral setelah diunggah ke media sosial. Video tersebut menunjukkan KP mendekati RDA yang sedang duduk di dekat tembok dan kemudian meraba tubuhnya. Kejadian ini memicu reaksi keras dari warganet dan masyarakat luas, yang menuntut penanganan hukum terhadap pelaku.

Latar Belakang SPPG dan Program MBG

SPPG adalah unit layanan yang dibentuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan salah satu inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan menyediakan makanan bergizi gratis bagi kelompok rentan seperti siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Tujuannya adalah menekan angka malnutrisi dan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

KP, yang lahir pada tahun 1996 dan saat ini berusia 29 tahun, kini menjadi perbincangan publik pasca video viral tersebut. Ia dikenal sebagai pemimpin di SPPG yang bertanggung jawab atas pengelolaan program MBG di wilayah Jatiasih.

Kronologi Kejadian

RDA mengungkapkan bahwa awal kejadian bermula saat dirinya meminta dokumen pekerjaan kepada KP. Namun, dokumen tersebut ternyata salah, dan KP enggan memperbaikinya. Akibatnya, KP marah dan memaki RDA di depan rekan kerja lainnya. RDA mengatakan bahwa ia hanya meminta informasi, tetapi justru dihina dan diperlakukan tidak sopan.

Beberapa hari kemudian, KP kembali menunjukkan sikap temperamen. Ia terlibat keributan dengan koki dapur MBG karena mempermasalahkan koki yang bekerja bersama istri. Meski pihak yayasan menyetujui hal tersebut, KP tetap mengambil tindakan yang tidak sesuai.

Pengalaman Trauma dan Harapan Keadilan

Setelah kejadian tersebut, RDA mengalami trauma dan kehilangan nafsu makan. Ia juga khawatir akan ancaman dari pelaku setelah melaporkan kasus ini ke polisi dan pihak yayasan. Saya takut sekali, ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa permintaan maaf dari KP diiringi dengan tindakan tidak pantas, seperti memegang tubuhnya. RDA merasa tidak aman dan mengharapkan adanya keadilan serta proses hukum yang cepat.

Respons dari Pihak Berwajib

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengakui telah menerima laporan dari korban. Namun, ia belum bisa memintai keterangan lantaran korban sedang sakit. Segera kami komunikasikan pemanggilan, katanya.

Pihak kepolisian juga telah mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti. Mereka berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.

Tanggapan dari BGN

Wakil Ketua Badan Bergizi Gratis (BGN) Nanik S. Deyang menyampaikan kekecewaannya terhadap kejadian ini. Ia menegaskan bahwa BGN akan segera menonaktifkan KP setelah laporan dari korban. Seharusnya menjadi teman kerja, harusnya kompak, harusnya kerja sama seperti itu, ujarnya.

BGN juga menyayangkan kejadian ini dan berharap agar kasus ini dapat segera ditangani secara tegas. RDA menginginkan proses hukum yang adil dan transparan, serta perlindungan dari ancaman lebih lanjut.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar