
Kejutan di Final Palang Bertingkat Putri Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG 2025
Pada ajang Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG 2025 yang berlangsung di Jakarta, final dari nomor palang bertingkat putri memberikan kejutan besar. Pesenam asal Aljazair, Kaylia Nemour, tampil luar biasa dan berhasil mengalahkan dominasi juara bertahan, Angelina Melnikova, untuk meraih medali emas. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2025, di Indonesia Arena, Jakarta.
Nemour, yang turun sebagai peserta terakhir, mencatat skor fantastis sebesar 15,566 poin. Angka ini jauh melampaui rekor Melnikova yang sempat memimpin dengan skor 14,500 poin. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh pesenam Tiongkok, Fanyuei Yang, yang meraih medali perunggu.
Bagi Nemour, kemenangan ini memiliki makna sangat istimewa. Setelah gagal meraih medali di nomor all-around, pesenam berusia 19 tahun tersebut bangkit dengan performa yang sempurna di alat andalannya.
"Saya merasa suasana hati cukup buruk setelah pertandingan all-around, tapi saya tahu masih ada final palang tak seimbang. Saya mencoba menenangkan diri dan fokus penuh pada alat ini," ujar Nemour usai pertandingan.
Performa yang Mengagumkan
Kemenangan Nemour tidak hanya menjadi momen penting dalam kariernya, tetapi juga menjadi bukti bahwa ia mampu tampil maksimal dalam situasi yang penuh tekanan. Dengan skor yang sangat tinggi, ia berhasil membuktikan bahwa kemampuannya tidak hanya terbatas pada satu alat saja, tetapi mampu menghadapi tantangan terberat.
Selain itu, penampilan Nemour juga menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda di seluruh dunia. Baginya, kekalahan di nomor all-around bukanlah akhir dari perjalanan karier, tetapi justru menjadi pelajaran berharga yang membawanya pada kesuksesan di nomor palang bertingkat.
Dominasi Melnikova yang Berakhir
Angelina Melnikova, yang sebelumnya menjadi juara bertahan, harus puas dengan posisi kedua. Meskipun ia memimpin sepanjang pertandingan, skornya tidak cukup untuk mengalahkan performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Nemour. Kekalahan ini menjadi pelajaran bagi Melnikova, yang mungkin akan belajar dari pengalaman ini untuk meningkatkan kemampuannya di masa depan.
Melnikova sendiri mengakui bahwa ia sangat kagum dengan performa Nemour. "Saya sangat menghargai prestasi yang ia capai hari ini. Ini adalah pertandingan yang sangat ketat dan saya bangga bisa ikut serta dalam kompetisi ini," kata Melnikova.
Prestasi yang Menginspirasi
Kemenangan Nemour juga menjadi bukti bahwa senam artistik bukan hanya tentang bakat, tetapi juga tentang kerja keras dan semangat pantang menyerah. Ia berhasil mengubah kekecewaan menjadi motivasi untuk tampil lebih baik lagi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap atlet memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan jika mereka percaya pada diri sendiri dan terus berusaha.
Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan Nemour juga menjadi bagian dari perjalanan senam artistik di tingkat internasional. Ajang Kejuaraan Dunia FIG 2025 yang diselenggarakan di Jakarta menjadi momentum penting dalam memperkenalkan bakat-bakat baru dari berbagai negara. Dengan adanya kejutan seperti ini, senam artistik semakin dinamis dan menarik untuk ditonton.
Komentar
Kirim Komentar