Pembangunan SPPG Polsek Palmerah Sudah Hampir Selesai
Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang berada di bawah naungan Polsek Palmerah, Jakarta Barat, sudah hampir selesai dibangun dan siap beroperasi pada akhir Oktober 2025. Sebelum operasional dimulai, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri melakukan peninjauan terhadap fasilitas tersebut pada Jumat (24/10/2025). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan kesiapan seluruh infrastruktur dalam memberikan layanan gizi kepada masyarakat.
SPPG Polsek Palmerah berdiri di samping lapangan sepakbola milik warga RW 04 Palmerah. Di dalamnya, terdapat berbagai fasilitas penting seperti kantor, dapur utama, area pengelolaan air bersih, serta ruangan sterilisasi makanan sebelum diberikan kepada siswa. Menurut Kapolda, SPPG ini telah siap dioperasikan sebesar 99,9 persen.
Tujuan dari SPPG ini adalah untuk meningkatkan status gizi siswa, mencegah kekurangan gizi, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, SPPG juga mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, ujar Irjen Pol Asep dalam pernyataannya.
Selain itu, program SPPG juga menjadi bagian dari upaya institusi Polri dalam mendukung cita-cita yang tercantum dalam Asta Cita, serta kontribusi menuju Indonesia Emas 2045. Saat ini, terdapat 30 SPPG di wilayah Polda Metro Jaya. Dari jumlah tersebut, satu SPPG telah beroperasi penuh di Cengkareng, sedangkan 14 lainnya siap diresmikan. Salah satunya adalah SPPG Polri Polres Metro Jakarta Barat yang baru saja dikunjungi oleh Kapolda.
Perubahan Jadwal Operasional SPPG
Operasional SPPG Polri di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, mengalami penundaan. Sebelumnya, rencana peresmian akan dilakukan pada 20 Oktober 2025, namun kini ditunda menjadi 29 Oktober 2025. Hal ini dilakukan karena beberapa proses verifikasi masih dalam tahap penyelesaian.
Pengelola SPPG Polsek Palmerah, Mustaqim, menjelaskan bahwa besaran gaji relawan yang bertugas menyiapkan makan bergizi gratis (MBG) untuk siswa sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) Badan Gizi Nasional (BGN). Berdasarkan juknis, minimal gaji relawan adalah Rp 100.000 per hari. Namun, besarnya penghasilan akan disesuaikan dengan jumlah porsi yang diproduksi.

Semakin banyak porsi yang diproduksi, maka penghasilan relawan akan semakin besar. Yang penting minimal di angka Rp 100.000, kata Mustaqim kepada wartawan di lokasi.
Mustaqim juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menerapkan kebijakan work-life balance. Setiap divisi memiliki waktu kerja maksimal 8 jam sehari, sehingga tidak ada lembur. Ia menilai bahwa jika relawan digaji minimal Rp 100.000 dan bekerja selama 8 jam, maka penghasilan tersebut cukup.
Selain itu, para relawan juga akan mendapatkan tunjangan makan dan BPJS ketenagakerjaan. Jadi mereka tidak hanya digaji, tapi juga mendapatkan perlindungan dan manfaat lainnya, tambah Mustaqim.
Persyaratan Peresmian SPPG
Peresmian SPPG hanya bisa dilakukan setelah pihaknya mendapatkan verifikasi dari BGN. Jika mitra BGN belum selesai, maka peresmian tidak bisa dilakukan. Kesiapan dapur dan fasilitas harus diverifikasi terlebih dahulu, jelas Mustaqim.
Menurutnya, kecepatan atau kelambatan peresmian tergantung dari mitra BGN dalam mengunggah progres di website resmi mereka. Jadi, kami hanya bisa menunggu proses verifikasi selesai, imbuhnya.

Komentar
Kirim Komentar