
aiotrade.CO.ID, SAMARINDA
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui instansi terkait sedang memperkuat ketahanan bibit kelapa sawit dengan meningkatkan produksi benih lokal. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada benih dari luar daerah, mengingat luas perkebunan sawit di Kaltim telah mencapai 1,47 juta hektare.
Kepala UPTD Produsen Benih Tanaman Perkebunan (PBTP) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kaltim, Mahmud Kahfi, menjelaskan bahwa target produksi benih tahun ini adalah sebanyak 30.000 unit. Produksi ini dilakukan di dua lokasi, yaitu di Kebun Disbun Kaltim di Kilometer 41, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, dan di Kilometer 29, Kecamatan Samboja, yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Mahmud menekankan bahwa perbanyakan benih ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan benih unggul, berkualitas, dan bersertifikat. Langkah ini sangat penting dalam mendukung pengembangan perkebunan sawit yang berkelanjutan di Kaltim. Proses produksi benih ini telah berlangsung secara konsisten selama beberapa tahun terakhir dengan kapasitas produksi yang tetap stabil.
Untuk menjaga kualitas benih, UPTD Pengawasan Benih Perkebunan (PBP) menugaskan Pengawas Benih Tanaman (PBT) untuk melakukan pengawasan ketat. Pengawasan meliputi pemeriksaan dokumen asal usul benih, kondisi kecambah, hingga lokasi penanaman. Tujuan dari pengawasan ini adalah memastikan konsistensi antara dokumen benih dan kesesuaian dokumen perizinan usaha benih.
Proses perbanyakan benih tahun ini telah dimulai sejak Jumat, 24 Oktober. Langkah ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas dan legalitas benih kelapa sawit yang diproduksi di bawah pengawasan UPTD PBP Disbun Kaltim.
Kahfi menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menyediakan benih kelapa sawit yang unggul, berkualitas tinggi, bersertifikat, dan sesuai dengan standar perizinan perbenihan nasional. Tujuannya adalah memastikan setiap benih yang ditanam di Kaltim berasal dari sumber yang jelas dan terverifikasi.
Strategi Jangka Panjang
Produksi benih lokal tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada benih impor, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing perkebunan sawit di Kaltim. Dengan adanya benih yang bermutu dan bersertifikat, petani akan lebih percaya diri dalam menanam tanaman kelapa sawit.
Berikut beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim:
- Peningkatan kapasitas produksi: Pemprov Kaltim terus meningkatkan jumlah produksi benih agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.
- Pengawasan ketat: Pengawasan dilakukan mulai dari asal usul benih hingga proses penanaman.
- Koordinasi dengan instansi terkait: Kolaborasi antara UPTD PBTP dan UPTD PBP sangat penting dalam memastikan kualitas benih.
Manfaat Produksi Benih Lokal
Produksi benih lokal memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan industri perkebunan. Beberapa manfaat tersebut antara lain:
- Meningkatkan kualitas hasil pertanian: Benih yang bermutu akan menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan produktif.
- Menjaga keberlanjutan lingkungan: Penggunaan benih lokal dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan benih impor.
- Meningkatkan kesejahteraan petani: Petani akan lebih mudah mengakses benih berkualitas dan terjangkau.
Tantangan dan Solusi
Meskipun ada banyak manfaat dari produksi benih lokal, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan dan kemampuan petani dalam mengelola benih. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan untuk memberikan pelatihan kepada petani.
Selain itu, pengembangan infrastruktur seperti laboratorium dan tempat penyimpanan benih juga diperlukan agar benih dapat disimpan dengan baik dan tahan lama.
Kesimpulan
Produksi benih lokal merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketahanan pangan dan keberlanjutan industri perkebunan di Kaltim. Dengan konsistensi dan komitmen yang tinggi, Pemprov Kaltim berharap dapat mencapai target produksi benih yang lebih besar dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan ekonomi daerah.
Komentar
Kirim Komentar