
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 62 dan 63 Kurikulum Merdeka
Pertanyaan 1: Apakah Cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon Memenuhi Ciri-Ciri Cerpen?
Berdasarkan ciri-ciri sebuah cerpen, berikut adalah jawaban yang dapat diisi dalam tabel:
-
Jumlah kata
Penjelasan dan bukti: Jumlah kata kurang dari 10.000. -
Waktu membaca
Penjelasan dan bukti: Diperlukan waktu membaca kurang dari 10 menit. -
Tokoh
Penjelasan dan bukti: Tokoh terfokus pada Ustad Samsuri sebagai tokoh utama. -
Jumlah peristiwa atau konflik
Penjelasan dan bukti: Hanya berisi satu kejadian penting yaitu saat Ustad Syamsuri harus kembali mengangkat senjata karena kedatangan Belanda dan pembunuhan oleh Westerling.
Arti Kosakata dalam Cerpen
Berikut arti beberapa kosakata yang ditemukan dalam cerpen Mengapa Mereka Berdoa kepada Pohon:
a. Debat
Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
b. Merubut
Berkumpul.
c. Moncong
Bagian benda yang mempunyai fungsi dan bentuk seperti mulut yang panjang.
d. Popor
Tangkai bedil; gagang senapan.
e. Langgar
Masjid kecil tempat mengaji atau bersalat, tetapi tidak digunakan untuk salat Jumat; surau; musala.
f. Laknatullah
Yang dilaknat oleh Tuhan.
g. Hijaiyah
Aksara Arab.
h. Gugur
Mati dalam pertempuran.
i. Bias
Bayangan.
j. Ajal
Kematian.
k. Kekang
Berhubungan dengan tali.
l. Pendiangan
Perapian.
m. Kacau balau
Sangat kacau.
n. Dicampakkan
Dibuang begitu saja.
o. Syahid
Mati di jalan Allah.
p. Tuberkulosis
Jenis penyakit berkaitan dengan paru-paru.
Analisis Cerpen dan Jawaban Pertanyaan
Pertanyaan 2: Mengapa Ustad Syamsuri Disebut Tokoh Utama dan Rahing sebagai Tokoh Pendukung?
Bukti Ustad Syamsuri dikatakan sebagai tokoh utama karena ia sering muncul dalam cerita dan konflik dalam cerpen terpusat kepadanya. Tokoh Rahing disebut peran pendukung karena hanya beberapa kali tampil dalam cerita.
Pertanyaan 3: Latar Tempat dalam Cerpen
Latar tempat dalam cerpen antara lain Makassar, Parepare, dan Wajo. Dengan menggunakan Google Map, kita dapat melihat jarak antara satu tempat dan tempat lainnya.
Pertanyaan 4: Alasan Latar Waktu pada Seputar Peristiwa Kemerdekaan Indonesia
Latar waktu dalam cerpen adalah sekitar tahun 19461947. Tahun ini berarti Indonesia masih berumur sekitar 2 tahun.
Pertanyaan 5: Siapa yang Mengatakan Kalimat Kita Harus Sadar Diri, Ustad.?
Kalimat Kita harus sadar diri, Ustad. adalah ucapan Rahing kepada Ustad Syamsuri. Ia mengatakan hal tersebut karena secara senjata dan peralatan serta jumlah pasukan laskar Batucicci pimpinan Ustad Syamsuri kalah dibandingkan pasukan DST-KNIL pimpinan Westerling.
Pertanyaan 6: Siapa yang Mengatakan Kutipan Matahari Tidak akan Tenggelam Selain di Ujung Langit?
Kalimat Matahari tidak akan tenggelam selain di ujung langit, begitu pula hidup takkan berakhir selain oleh ajal. adalah ucapan Ustad Syamsuri. Ia mengatakan hal tersebut karena dia tidak akan menyerah kepada Belanda sebelum maut memisahkan.
Pertanyaan 7: Alasan Ustad Syamsuri Angkat Senjata Melawan Belanda
Alasan Ustad Syamsuri angkat senjata adalah kematian istri dan anaknya akibat digranat oleh Belanda.
Pertanyaan 8: Mengapa Westerling Disebut Si Jagal dari Turki?
Westerling disebut Si Jagal dari Turki karena menjadi pimpinan pasukan DST-KNIL yang dengan jahat melakukan "eksekusi" ke rakyat Indonesia.
Pertanyaan 9: Pendapat tentang Sikap Rahing yang Memilih Menyelamatkan Istrinya Dahulu
Menurut pendapat saya, Rahing memiliki sikap yang menunjukkan cinta dan tanggungjawab untuk melindungi keluarganya.
Pertanyaan 10: Siapa yang Dimaksud oleh Rahing dalam Kutipan Sebaik-Baiknya Manusia adalah Orang yang Bermanfaat bagi Sesamanya?
Yang dimaksud oleh Rahing adalah Ustad Syamsuri. Rahing mengatakan Ustad Syamsuri adalah orang yang penuh manfaat bagi sesama karena perjuangannya dalam memerangi penjajah dan membela kemerdekaan Indonesia.
Pertanyaan 11: Akhir Kisah Hidup Ustad Syamsuri
Ustad Syamsuri akhirnya meninggal dunia karena tuberkulosis di Onderafdeling Wajo setelah berhasil melarikan diri dari peristiwa penembakan dan pengejaran oleh Belanda di Bacukikki. Ia meninggal beberapa saat setelah Jenderal Simon Spoor menghentikan darurat perang di Sulawesi Selatan pada bulan kedua tahun 1947.
Komentar
Kirim Komentar