
Perbedaan Jabatan Penjaga Tahanan di Kemenkumham dan Kejaksaan Agung
Jabatan Penjaga Tahanan sering menjadi salah satu posisi yang diminati oleh masyarakat saat rekrutmen CPNS dibuka. Dua instansi yang kerap membuka formasi ini adalah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) serta Kejaksaan Agung (Kejagung). Meskipun memiliki jabatan yang sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari segi tugas, lokasi penempatan, kualifikasi, hingga prospek karier.
Perbedaan Dasar Tugas
KEMENKUMHAM
1. Petugas Pemasyarakatan di Kemenkumham bertanggung jawab atas pembinaan dan keamanan narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan (LAPAS) atau rumah tahanan negara (RUTAN).
2. Fokus utamanya adalah pada pemasyarakatan dan pembinaan setelah vonis diberikan.
KEJAKSAAN AGUNG
1. Bertanggung jawab atas pengawalan dan penjagaan tersangka/terdakwa yang statusnya tahanan.
2. Fokusnya lebih pada pengawalan selama proses penyidikan atau persidangan berlangsung.
Perbedaan Gaji Pokok
Gaji pokok untuk jabatan Penjaga Tahanan di tingkat golongan II.a sama-sama sebesar Rp 2.184.000. Namun, besaran gaji tersebut belum termasuk tunjangan tambahan.
Selain itu, terdapat juga uang makan harian yang diberikan sesuai jumlah hari kerja:
- Kemenkumham: Rp 35.000 per hari kerja
- Kejaksaan Agung: Rp 35.000 per hari kerja
Tunjangan Kinerja dan Lingkungan Kerja
Tunjangan kinerja (Tukin) merupakan hal penting yang memengaruhi penghasilan pegawai. Berikut beberapa poin penting terkait tunjangan:
- Tunjangan kinerja (Tukin): Nilai Tukin bervariasi tergantung kelas jabatan dan kelas instansi.
- Kemenkumham: Instansi vertikal dengan kelas Tukin berdasarkan grade jabatan tertentu.
- Kejaksaan Agung: Juga merupakan instansi vertikal dengan kelas Tukin berdasarkan grade jabatan yang sama.
- Lingkungan kerja: Kemenkumham cenderung bekerja di LAPAS/RUTAN, sedangkan Kejaksaan Agung bekerja di kantor kejaksaan dan fokus pada pengawalan tahanan.
Lokasi Penempatan
Lokasi penempatan juga menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Di Kemenkumham, penempatan umumnya di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara, sehingga pekerjaannya lebih berhubungan dengan pengelolaan narapidana. Sementara itu, di Kejaksaan Agung, penempatan lebih dekat dengan kantor kejaksaan dan fokus pada pengawasan tahanan selama proses hukum berlangsung.
Proses Karier
Dari segi prospek karier, kedua instansi ini juga memiliki perbedaan. Di Kemenkumham, ada peluang untuk berkembang dalam bidang pemasyarakatan dan pembinaan narapidana. Sedangkan di Kejaksaan Agung, karier bisa berkembang dalam lingkup penegakan hukum dan pengawasan tahanan selama proses hukum.
Kesimpulan
Memahami perbedaan antara formasi CPNS Penjaga Tahanan di Kemenkumham dan Kejaksaan Agung sangat penting bagi para pelamar agar dapat menyesuaikan pilihan formasi dengan kemampuan, minat, serta prospek karier jangka panjang yang diinginkan. Dengan memperhatikan perbedaan tugas, lokasi, gaji, dan tunjangan, calon pelamar dapat membuat keputusan yang tepat dan sesuai dengan harapan mereka.
Komentar
Kirim Komentar