
Program Pengabdian Masyarakat di SD Negeri 3 Kampung Baru
Program Studi Teknik Lingkungan dari Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri 3 Kampung Baru, Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Yuni Lisafitri, SP, MSi selaku Ketua Kelompok Keahlian Teknik Lingkungan ITERA, bersama para dosen dan mahasiswa. Dengan tema Pendidikan Pengelolaan Sampah Berbasis Pengurangan dan Pemilahan untuk Siswa SD sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan, kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Materi yang disampaikan mencakup beberapa hal penting, seperti: * Pengenalan jenis sampah organik dan anorganik * Teknik pemilahan sampah * Konsep 3R: Reduce, Reuse, Recycle * Praktik langsung memilah sampah
Kepala SDN 3 Kampung Baru, Noviri Yanti, MPd menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap, edukasi semacam ini dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah.
Sebanyak 40 siswa-siswi mengikuti kegiatan yang berlangsung di ruang kelas itu. Tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari Suci Wulandari, Alfian Zurfi, Nurul Mawaddah, Isoralla, Irhamni, serta mahasiswa ITERA, menyampaikan materi secara interaktif. Penyampaian materi dilakukan melalui beberapa metode, yaitu: * Presentasi visual * Permainan edukatif * Simulasi pemilahan sampah
Antusiasme siswa terlihat tinggi, di mana para murid aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap sesi. Media visual yang digunakan menampilkan contoh nyata pengelolaan sampah di lingkungan sekolah dan rumah, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami dan menerapkannya.
Suci Wulandari, ST, MT, salah seorang dosen Teknik Lingkungan ITERA menekankan, pentingnya edukasi lingkungan di usia sekolah dasar. Dengan memberikan pemahaman yang tepat dan metode yang menyenangkan, anak-anak dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di masa depan, ujarnya.
Yuni Lisafitri menambahkan, bahwa kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan wadah makanan yang dapat digunakan kembali, dan tidak membuang sampah sembarangan, merupakan langkah awal yang efektif dalam mengurangi volume sampah.
Komentar
Kirim Komentar