
Investasi dari Taiwan Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Kepulauan Riau
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menyambut baik kedatangan investor asal Taiwan, Huanguo Construction and Development Co., Ltd yang akan melakukan investasi di Kawasan BP Tanjungpinang. Ia memberikan apresiasi kepada BP Tanjungpinang yang telah bekerja sama dengan investor luar negeri untuk berinvestasi di kawasan tersebut.
Ansar menilai bahwa kehadiran investor ini merupakan langkah yang sangat positif dan Pemerintah Provinsi Kepri akan selalu mendukung urusan perizinan di masa depan. Ia berharap kehadiran investor ini dapat membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang, Kepri. Dampaknya tentu akan terasa pada sektor-sektor ekonomi lain melalui efek multiplier.
Fokus pada Pengembangan Kawasan Industri
Kepala BP Kawasan Tanjungpinang, Cokky Wijaya, menjelaskan bahwa investasi besar ini difokuskan pada pengembangan kawasan industri di Tanjungpinang. Beberapa sektor yang akan dikembangkan antara lain industri pengolahan, transfer teknologi, hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (solar panel).
Cokky mengatakan bahwa saat ini investor sedang melewati beberapa tahapan awal. Tahun depan direncanakan akan dilakukan ground breaking dan ia memohon doa agar prosesnya berjalan lancar dan baik. Ia berharap ada dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kota, sehingga kelembagaan dan fasilitas kawasan bisa segera diperkuat.
“Lahan BP Tanjungpinang saat ini semakin terbatas, jadi momentum ini sangat penting. Hari ini saja kejutan, ke depan mungkin akan ada kejutan baru lagi,” katanya.
Investasi Senilai USD 500 Juta
Untuk sementara, ada tiga kawasan industri yang akan dikembangkan di Tanjungpinang, yaitu bidang pengolahan, bioteknologi, dan panel surya. Cokky belum membahas soal teknis dan perincian lanjutannya, tetapi ia menyatakan akan dibahas lebih lanjut.
Perusahaan ini akan berinvestasi senilai USD 500 juta atau sekitar Rp8 triliun di Tanjungpinang, dan diharapkan menjadi babak baru bagi perekonomian lokal di Kepri. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung hal baik ini karena akan memberikan manfaat ekonomi yang sangat positif.
Menciptakan Lapangan Kerja Lokal
Cokky memastikan bahwa jika proyek ini berjalan, akan ada penyerapan tenaga kerja lokal Kepri. Ia menyebutkan bahwa jumlahnya mencapai ratusan hingga ribuan orang. Proses pembangunan awal akan dimulai dari sektor bioteknologi terlebih dahulu.
Rencana pihaknya adalah melakukan konsultasi untuk langkah selanjutnya. Saat ini, mereka masih membicarakan hal teknis lainnya, termasuk perizinan apakah hanya sampai di tingkat provinsi atau harus ke pemerintah pusat. Ia berjanji akan mempermudah proses perizinan tersebut hingga selesai.
Minat Investor Asal Taiwan
Perwakilan Huanguo Construction, Andy, mengakui ketertarikannya dengan potensi yang dimiliki Kota Tanjungpinang, Kepri. Investasi ini bukan yang pertama bagi perusahaannya di Indonesia. Mereka sudah memiliki bisnis lain di Jakarta.
“Kami sudah lima kali ke Indonesia. CEO kami sudah dua kali. Kami suka dengan wilayah Bintan,” ucap Andy. Ia berharap proyek ini segera dimulai, bila perlu tahun depan sudah bisa berjalan. Perusahaan akan mengirim tim khusus untuk mempelajari lebih lanjut dan mempercepat proses atas rencana ini.
“Kami ingin ke depan pemerintah dan BP Tanjungpinang tetap mendukung kami,” katanya.
Komentar
Kirim Komentar