Investor dan Pejabat AS Menolak Gaji Rp 16 Ribu T untuk Elon Musk

Investor dan Pejabat AS Menolak Gaji Rp 16 Ribu T untuk Elon Musk

Sejumlah pemegang saham Tesla, termasuk SOC Investment Group dan beberapa pejabat negara bagian Amerika Serikat (AS), menyerukan kepada para investor lain untuk menolak rencana paket gaji senilai USD 1 triliun atau setara dengan Rp 16,6 ribu triliun (kurs dolar Rp 16.614) dalam rapat umum pemegang saham yang dijadwalkan November 2025.

Advertisement

Dalam surat yang dikirimkan kepada pemegang saham Tesla, kelompok ini juga meminta agar para pemegang saham menolak pencalonan ulang tiga direktur perusahaan yaitu Ira Ehrenpreis, Joe Gebbia, dan Kathleen Wilson-Thompson. Mereka mengkritik dewan direksi Tesla yang dinilai terlalu fokus pada upaya mempertahankan Elon Musk, sehingga mengabaikan target-target yang telah ditentukan dalam rapat tahunan sebelumnya.

Selain itu, koalisi tersebut menyampaikan kekhawatiran terhadap penurunan kinerja operasional dan keuangan perusahaan serta kegagalan dewan dalam memberikan pengawasan manajemen yang efektif dan real-time. Kritik ini muncul di tengah laporan bahwa Tesla berhasil mencetak rekor pengiriman mobil listrik kuartalan pada Kamis (2/10). Namun, investor tetap khawatir karena adanya ancaman penurunan permintaan akibat berakhirnya kredit pajak kendaraan listrik di AS.

Beberapa bulan lalu, dewan Tesla mengusulkan rencana kompensasi senilai USD 1 triliun untuk CEO Elon Musk, yang menjadi paket gaji terbesar dalam sejarah perusahaan. Rencana ini mencakup target kinerja yang ambisius dan disebut sebagai upaya untuk memperkuat kendali Musk atas Tesla.

Selain bendahara negara bagian, Brad Lander, pengawas keuangan (Comptroller) New York City, juga menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut. Lander, yang dikenal sebagai kritikus lama terhadap kebijakan dewan Tesla terkait Musk, meskipun dana pensiun kota New York bukanlah pemegang saham utama perusahaan tersebut, akan segera mengakhiri masa jabatannya sebagai Pengawas Keuangan pada 1 Januari 2026.

Menanggapi surat penolakan dari para pemegang saham, Tesla menegaskan melalui akun resmi di X (Twitter) bahwa paket insentif Musk selaras dengan penciptaan nilai bagi pemegang saham yang bisa mencapai "triliunan dolar."

"Jika Elon Musk tidak memberikan hasil, dia tidak menerima apa pun," kata perusahaan itu.

  • Berikut adalah poin-poin utama dari isu ini:

  • Sejumlah pemegang saham Tesla, termasuk SOC Investment Group dan pejabat negara bagian AS, menolak rencana paket gaji senilai USD 1 triliun untuk Elon Musk.

  • Koalisi ini juga menolak pencalonan ulang tiga direktur Tesla, yaitu Ira Ehrenpreis, Joe Gebbia, dan Kathleen Wilson-Thompson.
  • Mereka mengkritik dewan direksi yang dinilai terlalu fokus pada pemertahanan Musk, sementara mengabaikan target-target yang telah diputuskan.
  • Penolakan ini muncul di tengah rekor pengiriman mobil listrik Tesla, namun investor khawatir dengan akhirnya kredit pajak kendaraan listrik di AS.
  • Rencana kompensasi senilai USD 1 triliun untuk Musk dinilai sebagai paket gaji terbesar dalam sejarah perusahaan.
  • Brad Lander, pengawas keuangan New York City, juga menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut.
  • Tesla menegaskan bahwa paket insentif Musk dirancang untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham.
  • Perusahaan menegaskan bahwa jika Musk tidak memberikan hasil, maka dia tidak akan mendapatkan apa pun.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar