PSSI Menghadapi Tantangan dalam Pemilihan Pelatih Timnas Indonesia
Kesabaran para penggemar sepak bola di Indonesia tampaknya sedang diuji oleh PSSI. Sejak kegagalan Timnas Indonesia dalam memenuhi kualifikasi Piala Dunia 2026, PSSI masih belum menunjukkan langkah tegas dalam mencari pelatih baru. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, hingga saat ini masih bersikap santai dan belum membahas secara serius masalah tersebut dengan jajarannya.
Sebelumnya, Erick Thohir telah mengambil keputusan untuk memecat Patrick Kluivert setelah tim gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Keputusan ini membuat Timnas Indonesia sejenak tidak bergerak, terutama karena ketiadaan pelatih tetap. Padahal, November ini akan menjadi momen penting bagi sepak bola Asia dengan berbagai event besar yang akan digelar.
Untuk menghindari risiko lebih lanjut, Erick Thohir memutuskan agar Timnas Indonesia tidak ikut dalam FIFA Matchday bulan November. Keputusan ini menunjukkan bahwa pencarian pelatih baru akan dilakukan secara serius dan hati-hati.
Proses Pemilihan Pelatih yang Membutuhkan Waktu
Erick Thohir menjelaskan bahwa pemilihan pelatih untuk Timnas Indonesia harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Dia menyoroti pengalaman dari dua pelatih sebelumnya, yaitu Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Shin Tae-yong diberhentikan pada 6 Januari 2025, dan posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert yang hanya bertahan hingga 16 Oktober 2025.
Keputusan untuk tidak mengikuti FIFA Matchday bulan November menandakan bahwa proses pencarian pelatih baru akan dilakukan dengan pendekatan yang lebih matang. Fokus utama Erick Thohir adalah mempersiapkan tim untuk tampil maksimal di Piala Asia 2027. Jika pelatih baru mampu membawa tim lolos ke babak 16 besar, target berikutnya adalah Piala Dunia 2030.
Pertimbangan dalam Memilih Pelatih
Erick Thohir menekankan bahwa pemilihan pelatih harus mempertimbangkan kemampuan mereka, mengingat posisi Indonesia di peringkat FIFA yang masih kurang menguntungkan. "Kita ada target-target untuk Piala Asia 2027, bisa tidak masuk ke babak 16 besar," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di GBK, Jumat (24/10/2025).
Dia juga menyebutkan bahwa karakter pelatih yang dicari akan sangat menentukan hasil yang dicapai. Ada beberapa jenis pendekatan yang bisa digunakan. Beberapa pelatih mungkin memiliki kemampuan manajemen pemain yang baik, tetapi kurang kuat dalam taktik. Sementara itu, ada pelatih yang kuat dalam taktik tetapi mempercayakan faktor x kepada tim pelatih.
"Ada pelatih yang kuat di manajemen pemain tetapi secara taktikal mungkin belum, tapi dia didukung oleh tim (pelatih), itu di klub banyak," kata Erick.
"Ada pelatih yang kuat di taktik tetapi terkait faktor x pemain dia meminta timnya mengurus," tambahnya.
Proses Belajar yang Masih Berlangsung
Erick menyadari bahwa PSSI masih dalam tahap belajar menghadapi tantangan yang ada. Dia berharap pelatih yang terpilih dapat berkoordinasi dengan baik dengan pemain dan federasi. Meskipun aspek ini sangat penting, namun tidak mudah untuk dicapai.
"Proses belajar yang kita lakukan selama ini yang akan kita coba lihat pelatih apa yang bisa lebih baik," ujarnya.
"Tidak hanya target pelatih dan pemain dan pelatih dan federasi," tandasnya.

Komentar
Kirim Komentar