Hujan Deras dan Angin Kencang Hambat Pencarian Bocah Hilang di Pulau Saboyang Mamuju

Hujan Deras dan Angin Kencang Hambat Pencarian Bocah Hilang di Pulau Saboyang Mamuju

Hujan Deras dan Angin Kencang Hambat Pencarian Bocah Hilang di Pulau Saboyang Mamuju

Upaya Maksimal Tim Satpolair dalam Pencarian Anak Hilang di Pulau Saboyang

Pencarian terhadap korban anak hilang atas nama Al Fatir di Pulau Saboyang memasuki hari ketiga. Personel Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Mamuju terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban. Minggu, 26 Oktober 2025 menjadi titik tenggat waktu bagi tim pencari yang berupaya mengungkap keberadaan Al Fatir.

Advertisement

Sejak pagi hari, tim Satpolair bersama warga setempat melanjutkan operasi pencarian dengan menyisir area sekitar perairan Pulau Saboyang hingga wilayah sekitarnya. Mereka melakukan penyisiran secara intensif, mencari tanda-tanda atau petunjuk yang dapat membantu menemukan korban. Namun, kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras membuat operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan seluruh personel dan warga yang terlibat.

Hingga sore hari, posisi terakhir tim Satpolair Polresta Mamuju diketahui berada di Pulau Tapilagaan, Gusung Turian, Kecamatan Bala Balakang, untuk berlindung dari badai yang melanda pulau tersebut. Tim ini tetap menjaga komunikasi dengan pihak terkait agar bisa segera melanjutkan pencarian begitu kondisi cuaca memungkinkan.

Kami tetap berupaya maksimal dan akan melanjutkan pencarian begitu kondisi cuaca kembali memungkinkan. Keselamatan personel dan masyarakat menjadi prioritas utama, ujar Kasat Polair Polresta Mamuju AKP Nurdin. Ia juga menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Imbauan kepada Masyarakat

Satpolair Polresta Mamuju mengimbau kepada masyarakat sekitar agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda atau petunjuk terkait keberadaan korban. Mereka juga meminta bantuan masyarakat dalam membantu proses pencarian.

"Upaya pencarian akan dilanjutkan kembali setelah kondisi cuaca membaik," ungkap Nurdin. Ia menekankan bahwa keberhasilan pencarian sangat bergantung pada kerja sama antara pihak berwajib dan masyarakat sekitar.

Kondisi Cuaca yang Menghambat

Cuaca ekstrem yang terjadi di sekitar Pulau Saboyang menjadi kendala besar dalam operasi pencarian. Angin kencang dan hujan deras tidak hanya mengganggu aktivitas penyisiran, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan personel dan warga yang terlibat. Oleh karena itu, tim pencari memutuskan untuk menghentikan sementara operasi pencarian hingga kondisi cuaca stabil.

Meski demikian, para petugas tetap menjaga kesiapan dan siap melanjutkan pencarian begitu cuaca memungkinkan. Mereka juga terus memantau perkembangan cuaca melalui alat pemantau dan informasi dari pihak berwenang.

Keberlanjutan Operasi Pencarian

Operasi pencarian terhadap Al Fatir masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Tim pencari akan terus melakukan penyisiran di area-area yang belum sempat disisir sebelumnya. Mereka juga akan memperluas cakupan pencarian ke wilayah-wilayah yang dianggap memiliki potensi keberadaan korban.

Selain itu, pihak Satpolair juga akan memperkuat koordinasi dengan instansi lain seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Kabupaten Mamuju untuk memastikan ketersediaan sumber daya dan alat bantu yang diperlukan dalam operasi pencarian.

Tindakan Pencegahan

Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pihak berwenang juga akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan bahaya cuaca ekstrem dan cara menghadapinya. Selain itu, mereka juga akan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dengan upaya maksimal dan kolaborasi yang baik antara pihak berwajib dan masyarakat, diharapkan keberadaan Al Fatir dapat segera ditemukan dalam waktu dekat. Sampai saat itu tiba, seluruh pihak akan terus berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar