
Pertumbuhan Aset Kripto dan Dampaknya pada Sektor Teknologi
Di tengah meningkatnya popularitas aset kripto di Indonesia, sejumlah perusahaan teknologi pendukung mulai merasakan dampak positif. Hal ini terutama berdampak langsung pada emiten perdagangan kripto, maupun secara tidak langsung pada perusahaan sektor teknologi yang menyediakan infrastruktur seperti keamanan siber dan layanan data center.
Salah satu perusahaan yang disebut-sebut bisa diuntungkan adalah CYBR, yang menawarkan sistem keamanan siber, serta TLKM sebagai penyedia data center. Selain itu, analis dari Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, juga melihat potensi bagi perusahaan teknologi lainnya seperti DCII dan AREA. Mereka diperkirakan akan merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan layanan data center dan cloud, serta keamanan digital.
Azis mengatakan bahwa sektor teknologi diproyeksikan tetap menjadi penggerak pasar pada tahun depan. Hal ini didorong oleh tren digitalisasi dan ekspansi data center. Ia menilai bahwa meskipun sektor ini sangat dinamis, investor perlu memperhatikan potensi rotasi sektoral, karena kenaikan harga yang terlalu tinggi bisa memicu aksi ambil untung.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks saham sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi secara year to date, yaitu 178,34% per penutupan Kamis (2/10/2025). Meski demikian, Azis memprediksi bahwa tren bullish saham teknologi masih prospektif, namun laju kenaikan mungkin lebih moderat dibanding tahun ini. Hal ini tergantung pada kondisi makroekonomi, regulasi, serta kesinambungan adopsi digital di dalam negeri.
Dampak Langsung pada Emen Perdagangan Aset Kripto
Dari sisi dampak langsung, Azis menilai bahwa emiten perdagangan aset kripto seperti PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) berpotensi mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba signifikan selama tren transaksi kripto tetap meningkat. Namun, ia juga menekankan bahwa sifat aset kripto tetap volatil dan sensitif terhadap perubahan harga aset digital maupun regulasi.
Kiwoom Sekuritas merekomendasikan dua saham untuk diperhatikan, yaitu PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Rekomendasi tersebut didasarkan pada prospek pertumbuhan dan kinerja saham yang baik.
"Kami merekomendasikan buy CYBR dengan target Rp1.450, dan TLKM hold dengan target Rp3.200," ujar Azis.
Performa Saham Hari Ini
Pada penutupan pasar hari ini, Jumat (3/10/2025), saham TLKM turun 1,92% ke Rp3.070, meskipun sejak awal tahun telah naik sebesar 13,28%. Sementara itu, CYBR ditutup naik 2,56% ke Rp1.200, atau sejak awal tahun naik sebesar 206,12%.
Catatan Penting
Berita ini disajikan hanya sebagai informasi umum dan tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Komentar
Kirim Komentar