
Gempa Bumi di Ternate, Maluku Utara dengan Magnitudo 3,2
Pada hari Minggu, tanggal 26 Oktober 2025 pukul 22.29 WIB, wilayah Ternate, Maluku Utara dilaporkan mengalami gempa bumi dengan magnitudo 3,2. Gempa ini terjadi pada kedalaman sekitar 25 kilometer dan berada di koordinat 0,60 Lintang Utara dan 126,60 Bujur Timur. Lokasi pusat gempa berada sekitar 87 kilometer barat daya Ternate.
Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG juga memberi peringatan bahwa data yang diperoleh masih bisa mengalami perubahan seiring dengan pengumpulan data yang lebih lengkap. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan atau dampak lanjutan akibat gempa tersebut.
Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa Bumi
Berdasarkan informasi dari bmkg.go.id, berikut beberapa cara untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi:
-
Berada di Dalam Ruangan
Lindungi tubuh dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja. Hindari benda-benda yang digantung karena dapat jatuh saat guncangan terjadi. Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan. Jika masih memungkinkan, segera lari ke luar bangunan secara tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift. Gunakan tangga biasa jika Anda berada di bangunan bersusun. Periksa apakah ada yang terluka, lalu lakukan P3K. Telepon atau mintalah pertolongan jika terjadi luka parah. -
Berada di Luar Ruangan atau Area Terbuka
Hindari berdiri dekat bangunan seperti gedung, tiang listrik, atau pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari area yang mungkin terjadi rekahan tanah. -
Sedang Mengendarai Mobil
Berhenti mengemudi dan keluar dari mobil. Jauhi kendaraan dan hindari kemungkinan pergeseran atau kebakaran. Lanjutkan dengan langkah-langkah yang sama seperti di area terbuka. -
Berada di Pantai
Segera menjauhi pantai tanpa menunggu peringatan tsunami. -
Tinggal di Pegunungan
Hindari daerah yang rentan longsoran jika terjadi gempa bumi.
Mengapa Indonesia Rawan Gempa?
Indonesia adalah negara yang paling sering mengalami gempa bumi. Penyebabnya adalah pergerakan lempeng tektonik yang menyebabkan gesekan dan tekanan pada permukaan bumi.
Menurut situs NASA, gempa bumi terjadi karena kulit bumi yang bergeser. Lapisan permukaan bumi, yang disebut litosfer, terdiri dari susunan lempeng tektonik yang terus bergerak. Ada delapan lempeng aktif di bumi, antara lain:
- Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke arah utara
- Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat
- Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah barat laut
- Lempeng Amerika Selatan yang bergerak ke arah barat
- Lempeng Antartika yang bergerak ke arah barat
- Lempeng Nazca yang bergerak ke arah timur
- Lempeng Eurasia yang bergerak ke arah tenggara
- Lempeng Afrika yang bergerak ke arah timur
Lempeng-lempeng ini saling bertabrakan atau menjauh, sehingga menyebabkan gempa bumi.
Komentar
Kirim Komentar