
Gempa Bumi Magnitudo 6,5 Mengguncang Leeward Islands
Gempa bumi dengan magnitudo 6,5 mengguncang kawasan Leeward Islands di Laut Karibia pada Senin (27/10) malam waktu setempat. Getaran kuat terasa di sejumlah kota pesisir, tetapi hingga saat ini belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah Indonesia.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di koordinat 16,537 Lintang Utara dan 59,568 Bujur Barat, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Utara, ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa dini hari.
Getaran kuat dilaporkan terasa di sejumlah pulau di kawasan Karibia bagian timur, termasuk Antigua, Barbuda, dan Saint Kitts. Warga sempat berhamburan keluar rumah setelah merasakan getaran selama beberapa detik. Meski pusat gempa berada ribuan kilometer dari Indonesia, BMKG menegaskan bahwa Indonesia tidak akan terdampak secara langsung oleh peristiwa tektonik tersebut.
Lokasi episenter gempa berada sangat jauh dari wilayah Indonesia, sehingga tidak ada potensi tsunami yang dapat mengancam pesisir tanah air, kata Daryono. Hingga pukul 21.00 WIB, sistem pemantauan BMKG belum mencatat adanya gempa susulan di sekitar sumber guncangan utama. Para ahli seismologi tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya aktivitas lanjutan di kawasan tersebut, mengingat kompleksitas batas lempeng di Laut Karibia yang dikenal aktif secara geologis.
Daryono juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami meminta masyarakat memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan otoritas terkait, tambahnya. Ia menegaskan bahwa penyebaran kabar bohong terkait gempa dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Sejumlah institusi meteorologi di kawasan Karibia tengah melakukan kajian cepat terhadap intensitas guncangan serta potensi dampak terhadap infrastruktur vital seperti pelabuhan dan jaringan listrik. Pemerintah setempat juga menempatkan tim tanggap darurat di beberapa titik rawan gempa untuk memantau situasi.
Gempa di Leeward Islands ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik global terus berlangsung dinamis. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah gempa besar juga tercatat mengguncang kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, termasuk di Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, dengan magnitudo 6,3 pada pekan lalu.
BMKG menyatakan akan terus berkoordinasi dengan lembaga seismologi internasional untuk memantau perkembangan gempa-gempa lintas samudra yang berpotensi menimbulkan dampak luas. Pemantauan global menjadi bagian penting dari sistem peringatan dini kami, agar Indonesia selalu siap menghadapi segala kemungkinan, ujar Daryono menutup keterangannya.
Meskipun gempa Karibia kali ini tidak berdampak langsung bagi Indonesia, para ahli menilai pentingnya terus memperkuat kesiapsiagaan nasional terhadap bencana geologis. Dengan posisi geografis di cincin api Pasifik, Indonesia tetap menjadi salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia.
Komentar
Kirim Komentar