Gedung Sekolah Roboh Lagi di Nganjuk, Diduga Akibat Usia dan Hujan Deras

Gedung Sekolah Roboh Lagi di Nganjuk, Diduga Akibat Usia dan Hujan Deras

Gedung Sekolah Roboh Lagi di Nganjuk, Diduga Akibat Usia dan Hujan Deras

Kebijakan dan Perhatian terhadap Infrastruktur Sekolah yang Menua

Pada hari Sabtu (25/10/2025) siang, sebuah peristiwa ambruknya gedung sekolah kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Kali ini, salah satu ruang kelas di sebuah Sekolah Dasar Negeri mengalami kerusakan parah setelah diguyur hujan deras. Kejadian ini berlangsung di SDN Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kegiatan belajar mengajar sempat terganggu akibat kerusakan pada bangunan.

Advertisement

Ruang kelas IV SDN Ngudikan menjadi tempat yang paling terkena dampak dari peristiwa ini. Kerusakan yang terjadi mencakup atap dan dinding ruang kelas yang runtuh. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Beruntung, saat itu sedang tidak ada aktivitas belajar mengajar, sehingga tidak ada siswa maupun guru yang terluka.

Menurut informasi yang diperoleh dari salah satu guru pengajar, hujan deras yang turun membuat sebagian atap dan tembok ruang kelas roboh. Dugaan kuat menyebutkan bahwa kondisi bangunan yang sudah berusia puluhan tahun menjadi penyebab utama ambruknya gedung tersebut. Agus, seorang guru SDN Ngudikan Wilangan, menjelaskan:

Bangunannya memang sudah lama sekali, belum pernah direnovasi besar. Jadi begitu hujan deras, temboknya langsung retak dan roboh.

Peristiwa serupa sebelumnya juga pernah terjadi di beberapa sekolah di wilayah Nganjuk. Salah satunya adalah SDN Jatigreges, Kecamatan Pace, di mana tiga ruang kelas termasuk kelas IV, V, dan VI mengalami kerusakan serupa. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur pendidikan yang semakin menua.

Tantangan dalam Pemeliharaan Infrastruktur Sekolah

Infrastruktur pendidikan yang rusak dan tidak terawat dapat berdampak negatif pada proses pembelajaran. Selain mengganggu kegiatan belajar, kerusakan pada bangunan juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikan dan pemeliharaan.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain: * Melakukan inspeksi berkala terhadap semua gedung sekolah untuk memastikan kondisinya aman. * Membuat rencana anggaran jangka panjang untuk renovasi dan perbaikan infrastruktur pendidikan. * Melibatkan komunitas dan masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas fasilitas sekolah.

Selain itu, diperlukan koordinasi antara pihak sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah agar kebijakan yang diterapkan dapat efektif dan berkelanjutan.

Langkah-Langkah yang Harus Diambil

Untuk menghindari terulangnya kejadian serupa, berikut beberapa langkah penting yang harus diambil: * Pemantauan rutin: Setiap sekolah harus memiliki sistem pemantauan yang baik untuk melacak kondisi bangunan secara berkala. * Koordinasi dengan pemerintah: Pihak sekolah perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar mendapatkan dukungan dalam hal anggaran dan teknis perbaikan. * Edukasi masyarakat: Masyarakat dan orang tua siswa perlu diajak untuk peduli terhadap kondisi bangunan sekolah dan aktif melaporkan kerusakan jika ditemukan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar dapat terjaga. Selain itu, kejadian seperti ini juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur pendidikan harus diperhatikan secara serius.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar