FUTR Masih Terkunci, Saham Tak Bisa Diperdagangkan Selama Sepekan

FUTR Masih Terkunci, Saham Tak Bisa Diperdagangkan Selama Sepekan

Advertisement

Nasib Saham FUTR yang Masih Membuat Investor Tertanya-Tanya

Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) masih menjadi perhatian utama bagi para investor. Hingga penutupan perdagangan pekan ini, Jumat, 3 Oktober 2025, saham FUTR tercatat sudah sepekan penuh berada dalam status suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data perdagangan, saham FUTR terakhir kali bisa ditransaksikan pada Kamis, 25 September 2025. Sejak sesi I, Jumat, 26 September 2025, saham ini resmi 'digembok' dan belum ada pengumuman lebih lanjut dari bursa mengenai kapan suspensi tersebut akan dibuka.

Penyebab Suspensi Saham FUTR

Langkah tegas BEI untuk melakukan cooling down ini diambil bukan tanpa alasan. Dalam pengumuman resminya, bursa menyatakan suspensi dilakukan "sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham PT Futura Energi Global Tbk (FUTR)".

Kenaikan harga saham FUTR memang sangat fantastis. Data perdagangan menunjukkan pergerakan liar saham ini dari 'saham tidur'. Pada awal Agustus 2025, saham FUTR masih bergerak di kisaran harga Rp 70 - Rp 80 per lembar. Reli harga mulai tak terbendung pada awal September, di mana harga meroket dari Rp 200-an hingga menembus Rp 400-an dalam waktu singkat. Puncaknya terjadi pada 25 September 2025, hari terakhir sebelum disuspensi, di mana saham FUTR ditutup di harga Rp 500. Jika dihitung dari harga terendahnya di bulan Juli, saham ini telah meroket hampir 900%.

Kaitan dengan Rencana Transformasi Bisnis

Lonjakan harga yang ekstrem ini terjadi bersamaan dengan serangkaian pengumuman aksi korporasi besar dari manajemen. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, FUTR telah memberikan penjelasan kepada BEI bahwa telah terjadi akuisisi oleh pengendali baru, PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara).

Pengendali baru tersebut berencana mengubah total arah bisnis FUTR dari sektor media menjadi holding energi hijau, dengan target awal menggarap proyek panas bumi bernilai triliunan rupiah. Perseroan juga telah mengumumkan akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 10 November 2025 untuk meminta restu atas rencana-rencana tersebut.

Tantangan dan Harapan Investor

Kini, para investor masih harus menahan napas, menanti keputusan BEI untuk membuka kembali suspensi FUTR, setelah pasar diberikan waktu untuk mencerna seluruh informasi material terkait perubahan fundamental bisnis perseroan.

Peringatan Penting

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi semata, bukan sebagai saran, rekomendasi, atau ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh pembaca. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul dari penggunaan informasi ini. Selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum berinvestasi.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar