Erick Thohir: Tidak Ada Pelatih Sempurna

Erick Thohir: Tidak Ada Pelatih Sempurna

Advertisement

Pemilihan Pelatih Timnas Indonesia Memerlukan Pendekatan yang Matang

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa pemilihan pelatih untuk tim nasional Indonesia harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Hal ini didasarkan pada pengalaman dari dua pelatih sebelumnya, yaitu Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

Shin Tae-yong dipecat oleh PSSI pada 6 Januari 2025 silam. Setelahnya, posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert yang hanya bertahan hingga 16 Oktober 2025. Perubahan yang terjadi menunjukkan bahwa proses pencarian pelatih baru sedang berlangsung secara serius.

Keputusan Timnas Indonesia untuk tidak mengikuti FIFA Matchday bulan November menjadi tanda bahwa PSSI akan melakukan evaluasi mendalam dalam memilih pelatih yang tepat. Menurut Erick Thohir, fokus utama adalah mempersiapkan tim agar dapat tampil maksimal di Piala Asia 2027.

Jika pelatih baru mampu membawa tim lolos ke babak 16 besar, maka target berikutnya adalah Piala Dunia 2030. Namun, Erick Thohir juga menekankan bahwa pemilihan pelatih harus mempertimbangkan kemampuan mereka, mengingat posisi Indonesia di ranking FIFA yang belum menguntungkan.

"Kita ada target-target untuk Piala Asia 2027, bisa tidak masuk ke babak 16 besar," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di GBK pada Jumat (24/10/2025). "Karena ranking FIFA kita kan di Asia masih 20 besar, lalu bisa tidak dengan sukses itu membuka target lolos ke Piala Dunia (2030)."

Karakter Pelatih yang Dicari Sangat Penting

Erick Thohir menjelaskan bahwa karakter pelatih yang sedang dicari akan sangat menentukan hasil yang dicapai. Ia menyebutkan bahwa pendekatan pelatih dapat bervariasi. Ada yang mampu menjalin hubungan baik dengan pemain tetapi tidak memiliki taktik yang kuat.

"Tentu tidak ada pelatih sempurna," jelasnya. "Ada pelatih yang kuat di manajemen pemain tetapi secara taktikal mungkin belum, tapi dia didukung oleh tim (pelatih), itu di klub banyak."

"Ada pelatih yang kuat di taktik tetapi terkait faktor x pemain dia meminta timnya mengurus," tambahnya.

Proses Belajar yang Berkelanjutan

PSSI masih dalam tahap belajar menghadapi tantangan yang ada. Erick Thohir berharap pelatih yang terpilih dapat berkoordinasi dengan baik dengan pemain dan federasi, sebuah aspek penting namun tidak mudah untuk dicapai.

"Proses belajar yang kita lakukan selama ini yang akan kita coba lihat pelatih apa yang bisa lebih baik," ujarnya. "Tidak hanya target pelatih dan pemain dan pelatih dan federasi," tutupnya.

Faktor-Faktor yang Harus Dipertimbangkan

Dalam proses pemilihan pelatih, beberapa faktor penting perlu dipertimbangkan:

  • Kemampuan teknis: Pelatih harus memiliki strategi yang kuat dan mampu membimbing tim dengan cara yang efektif.
  • Manajemen pemain: Kemampuan untuk menjaga hubungan baik dengan para pemain dan memotivasi mereka.
  • Koordinasi dengan federasi: Pelatih harus mampu bekerja sama dengan PSSI dalam mengatur program dan strategi jangka panjang.
  • Adaptasi terhadap kondisi Indonesia: Pelatih harus memahami lingkungan sepak bola Indonesia dan mampu menyesuaikan pendekatan latihan dan pertandingan.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun ada tantangan, Erick Thohir optimis bahwa PSSI akan mampu melalui proses ini. Dengan peningkatan kualitas pelatih dan sistem kerja yang lebih baik, target Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030 dapat tercapai.

PSSI akan terus mencari pelatih yang mampu membawa tim ke level yang lebih tinggi, sambil tetap menjaga keseimbangan antara harapan dan realitas. Dengan komitmen yang kuat, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara yang mampu bersaing di panggung internasional.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar