Isu Transfer Pelatih Timnas Indonesia Ditepis Erick Thohir
Aroma tak sedap terkait rumor transfer pelatih Timnas Indonesia akhirnya kembali muncul dan mencuri perhatian publik. Namun, ketua umum PSSI, Erick Thohir, memberikan penjelasan yang tegas dan lugas mengenai isu tersebut.
Setelah resmi mendepak Patrick Kluivert dan jajaran kepelatihan pada Kamis (16/10/2025), kursi panas kepelatihan Garuda sontak digoyang oleh berbagai isu liar. Salah satu nama yang disebutkan adalah Louis Van Gaal, mantan pelatih Timnas Belanda. Namun, Erick Thohir langsung menyangkal hal tersebut dengan tegas.
Pada Jumat (24/10/2025), Erick Thohir tampil di hadapan awak media di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, dengan pernyataan yang jelas dan tegas. Ia menegaskan bahwa isu yang menyebut dirinya menjalin komunikasi dengan eks pelatih Timnas Belanda itu hanyalah isapan jempol belaka.
Sambil menyematkan senyum tipis, ia menyoroti bagaimana isu bisa muncul dari konferensi pers yang ternyata tidak ada hubungannya sama sekali dengan sepak bola. "Dengan isu yang berkembang, saya tidak mau jadi kontraproduktif. Contohnya tiba-tiba muncul Van Gaal, hari Senin, ya mau bicara apa? Saya tahu tidak pernah kontak dia. Ternyata konferensi persnya tentang isu sosial," ujar Erick Thohir.
Kutipan tersebut merujuk pada rumor yang menyebut Van Gaal akan menggelar konferensi pers penting pada Senin (20/10/2025), yang belakangan diketahui hanya seputar kegiatan amal di Belanda.
Menyikapi derasnya arus informasi yang tidak terverifikasi, Erick mengingatkan publik bola Tanah Air agar cerdas memilah kabar. Ia tak ingin energi PSSI terbuang sia-sia meladeni kabar burung yang tidak sehat bagi iklim sepak bola.
"Kita jangan terjebak isu kontraproduktif. Keterbukaan informasi di PSSI itu sangat terbuka. Tapi kalau hoaks, ya tidak sehat," tegasnya.
Bahkan, rumor soal Frank de Boer pun turut ditepisnya, memastikan PSSI tidak pernah sedikit pun mempertimbangkan nama tersebut.
Fokus Pembenahan dan Jalur Resmi
Alih-alih larut dalam spekulasi, PSSI memilih jalur resmi dan terstruktur. Erick Thohir memastikan bahwa fokus utama saat ini adalah pembenahan timnas secara menyeluruh.
"Yang jelas, Timnas Indonesia akan terus kami benahi agar lebih kuat, lebih profesional, dan bisa bersaing di ajang internasional," tutup Erick Thohir.
Terkait proses pemilihan juru taktik baru, Erick menjelaskan bahwa sepenuhnya akan diserahkan kepada Badan Tim Nasional (BTN) dan melalui prosedur yang transparan.
"Saya sudah bertemu Pak Sumardji, dan BTN akan mencari siapa calonnya, lalu dilaporkan ke Ketum. Setelah itu Ketum akan adakan rapat Exco," kata Erick Thohir.
Langkah ini, katanya, merupakan bagian dari upaya menanggalkan kebiasaan lama dan memastikan setiap keputusan strategis diambil dengan pertimbangan matang.
Pelajaran dari Era STY dan Kluivert

Di kesempatan yang sama, Erick juga tak luput menyinggung evaluasi dari dua era kepelatihan terakhir, yakni Shin Tae-yong (STY) dan Patrick Kluivert. Ia memandangnya sebagai bagian dari proses pembelajaran.
"Kelebihan dan kekurangan STY dan Patrick ini kita pelajari agar lebih baik lagi. Insya Allah mereka sudah kasih support terbaik. Tapi sepak bola itu ada up and down, ada hasil yang harus dipertanggungjawabkan," ucap Erick.
Meskipun sudah berpisah, Erick menekankan bahwa jejak kedua pelatih tersebut tetap menjadi catatan penting.
"STY dan Patrick sudah jadi bagian masa lalu. Apa yang diberikan kita apresiasi, dan kekurangannya kita pelajari. Sekarang kita cari pelatih yang lebih baik, dengan rekam jejak kuat dan target jelas," tutupnya, menggarisbawahi komitmen PSSI untuk mencari sosok yang benar-benar mumpuni memanggul target tinggi Garuda.
Komentar
Kirim Komentar