Doa Saat Cemburu pada Suami, Ajarkan Nabi untuk Tenang dan Hindari Marah

Doa Saat Cemburu pada Suami, Ajarkan Nabi untuk Tenang dan Hindari Marah

Doa Saat Cemburu pada Suami, Ajarkan Nabi untuk Tenang dan Hindari Marah

Peran dan Kehidupan Istri-Istri Nabi Muhammad SAW

Kecemburuan terhadap pasangan sebaiknya tidak sampai menimbulkan niat jahat karena Allah mengharamkan yang demikian. Dalam sebuah hadis, Sa'ad Bin Ubadah pernah berkata: Kalaulah kulihat seorang laki-laki bersama istriku, niscaya aku penggal dia dengan pedang di bagian mata pedangnya, bukan dengan pinggirnya. Berita ini kemudian terdengar oleh Rasulullah sehingga beliau bersabda: Adakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa'ad? Demi Allah. Sungguh aku lebih cemburu dari dia, dan Allah lebih cemburu daripada aku. Dan kecemburuan Allah itulah Allah mengharamkan segala kejahatan baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

Advertisement

Allah juga tidak menyukai hamba-Nya menjadi dayuts, yaitu membiarkan anggota keluarganya melanggar syariat, misalnya membiarkan istrinya atau mahramnya membuka aurat.

Doa Saat Cemburu pada Suami

Berikut adalah doa yang bisa dibaca saat merasa cemburu:

Bismillh, Allhumma dwin+ bidawika, washfin+ bishifika wa aghnin+ bifalika amman siwka, wa a%ar ann+ adhk(a).

Artinya: "Dengan nama Allah. Ya Allah, obatilah aku dengan obat dari-Mu, sembuhkan aku dengan kesembuhan dari-Mu, cukupkan aku dengan karunia-Mu agar aku tidak meminta kepada selain Engkau, dan lindungilah aku dari siksa-Mu."

Rasulullah Saw. menyuruh agar istri yang cemburu meletakkan tangan kanan di dadanya ketika membaca doa ini.

Allhumma alhimn+ rusyd+, wa aidzn+ min syarri nafs+.

Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, hilangkan kekesalan dalam hatiku dan jauhkanlah aku dari setan."

Hadis tentang Kecemburuan Istri-istri Rasulullah

Rasa cemburu terhadap pasangan merupakan hal yang manusiawi, bahkan perasaan cemburu juga dirasakan oleh istri-istri Rasulullah. Dalam hadis disebutkan bahwa istri Rasulullah, 'Aisyah ra. dan Hafsah ra., cemburu satu sama lain ketika bepergian bersama Rasulullah.

Hafsah adalah mantan istri Kunais bin Huzafah bin Qais bin 'Adi al-Sahmi al-Quraisy yang meninggal setelah perang Uhud. Rasulullah menikahi Hafsah setelah Umar bin Khattab, ayah Hafsah, menceritakan keadaan Hafsah yang menjanda.

Dari isyah dia berkata: "Apabila Rasulullah saw. hendak bepergian, maka beliau pun mengundi para isterinya. Pada suatu ketika, undian tersebut jatuh kepada isyah dan $afcah. Akhirnya kami pun bertiga pergi bersama-sama. Ketika malam tiba, Rasulullah saw. biasanya menempuh perjalanan bersama isyah sambil berbincang-bincang dengannya. Hingga suatu saat $afcah berkata kepada isyah; 'Hai isyah, bagaimana jika malam ini kamu mengendarai untaku dan aku mengendarai untamu. Setelah itu, kita akan memperhatikan apa yang akan terjadi nanti.' isyah menjawab; 'Baiklah!' Lalu isyah mengendarai unta milik $afcah dan $afcah sendiri mengendarai unta milik isyah. Tak lama kemudian Rasulullah mendatangi unta milik isyah yang kini dikendarai $afcah. Rasulullah mengucapkan salam kepadanya dan menempuh perjalanan bersamanya hingga mereka singgah di suatu tempat. Sementara itu, isyah merasa kehilangan Rasulullah hingga ia merasa cemburu. Oleh karena itu, ketika mereka singgah di suatu tempat, maka isyah menjulurkan kedua kakinya di antara pohon i|khir sambil berkata; Ya Allah perintahkanlah kalajengking atau ular untuk menggigitku, karena aku tidak kuasa untuk mengatakan sesuatu kepada Rasul-Mu."

Kecemburuan Istri-istri Nabi dalam Hadis Lain

Kecemburuan istri Rasulullah juga disebutkan dalam peristiwa lain yang diriwayatkan dalam hadis Sunan an-Nasa'i. Hadis tersebut menyebutkan kecemburuan 'Aisyah ra. ketika Rasulullah dan para sahabat berada di rumahnya, kemudian istri beliau yang lain, Ummu Salamah, mengirim makanan kepada Rasulullah padahal 'Aisyah sedang menyiapkan makanan.

Dari Ummu Salamah : dia datang dengan membawa makanan di atas piringnya kepada Rasulullah saw. dan para sahabat beliau, lalu datanglah isyah dengan bersarungkan pakaian, dia datang membawa batu, lalu memecah piring itu dengannya, kemudian Nabi saw. mengumpulkan dua pecahan piring dan bersabda: "Makanlah, ibu kalian telah cemburu, " dua kali, lalu Rasulullah saw. mengambil piring isyah dan mengirimnya kepada Ummu Salamah dan memberikan piring Ummu Salamah kepada isyah.

Kecemburuan Terhadap Khadijah

Pada hadis lain, 'Aisyah ra. menceritakan kecemburuannya kepada istri pertama Rasulullah, Khadijah. Dari isyah ra. berkata: Aku tidak pernah merasa cemburu kepada seorang wanita dari istri-istri Nabi saw. sebesar kecemburuanku kepada Khad+jah, padahal aku tidak pernah berjumpa dengannya. Namun demikian, dahulu Nabi saw. sering sekali menyebut namanya. Bahkan kadang kala beliau secara khusus menyembelih seekor kambing, lalu memotong-motongnya. Selanjutnya beliau membagi-bagikan daging kambing sembelihannya itu kepada sahabat-sahabat Khadijah. Dan kadang kala aku tidak kuasa menahan rasa cemburuku, sehingga aku berkata kepada beliau: apakah di dunia ini tiada wanita selain Khadijah? Namun ternyata beliau marah mendengar ucapanku ini dan bersabda: "Sejatinya dahulu Khadijah telah berbuat demikian dan demikian, dan aku dikaruniai anak keturunan darinya."

Sikap Rasulullah dalam Menghadapi Kecemburuan Istri

Rasulullah menghadapi kecemburuan istri-istrinya dengan penuh kesabaran dan tidak marah, bahkan tetap mempersilakan tamunya untuk makan ketika istri beliau memecahkan piring makanan karena cemburu. Selain itu, Rasulullah menanggapi kecemburuan istri-istrinya dengan kasih sayang, serta menjelaskan semuanya dengan sabar.

Sikap Rasulullah ini dijelaskan dalam sebuah hadis yang menjelaskan bahwa istri diciptakan dari tulang rusuk suaminya, yang bisa patah jika tidak diperlakukan dengan lemah lembut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda: Berwasiatlah kalian untuk berbuat baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika engkau berusaha meluruskannya, maka engkau akan mematahkannya; dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok. Maka berbuat baiklah kepada para wanita.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar