
Jawa Timur Tetap Menarik Minat Investasi Global
Jawa Timur tetap menjadi daerah yang menawarkan iklim investasi yang menjanjikan, meskipun sempat mengalami gangguan pada Agustus lalu. Kepercayaan terhadap potensi ekonomi dan investasi di wilayah ini terbukti dari rencana investasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat (AS). Rencana tersebut mencakup investasi sebesar USD 100 juta sebagai bagian dari kerjasama strategis antara Pemerintah Jawa Timur dan pihak AS.
Rencana investasi tersebut disampaikan oleh Konjen AS di Surabaya, Christopher R Green, saat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (3/10/2025). Pertemuan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua pihak.
Selama pertemuan, Khofifah didampingi oleh para jajaran kepala OPD Pemprov Jawa Timur untuk membahas berbagai potensi kerjasama strategis. Beberapa bidang yang dibahas meliputi pendidikan, ekonomi, dan investasi. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini dianggap sangat konstruktif dan strategis.
Setelah pertemuan, Khofifah mengajak Green untuk berkeliling Gedung Grahadi. Di lobi gedung tersebut, ia memamerkan kekayaan hasil buah dan sayuran unggulan Jatim, termasuk nanas yang tumbuh di lereng Gunung Kelud. Nanas ini memiliki rasa yang manis dan belum banyak ditemukan di ritel.
Khofifah kemudian meminta salah satu timnya untuk membawakan satu buah nanas Kelud lengkap dengan potnya agar dibawa oleh Green sebagai kenang-kenangan.
Investasi dari Perusahaan Garmen AS
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jatim, Dyah Erma, menjelaskan bahwa pertemuan antara Gubernur Khofifah dan Konjen AS di Surabaya menjadi momen yang sangat penting. Dalam pertemuan tersebut, Green menyampaikan kepastian investasi dari salah satu perusahaan garmen asal AS yang akan segera membuka pabrik di JIIPE Gresik.
Perusahaan ini telah siap dan akan merealisasikan investasinya pada akhir 2025 mendatang. Nilai investasi yang akan ditanamkan mencapai USD 100 juta. Produk yang akan dihasilkan adalah tekstil untuk pakaian yang akan diekspor ke berbagai negara. Kualitas produk ini diharapkan mampu bersaing di pasar internasional.
Pihak DPM-PTSP optimistis bahwa investasi ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Jawa Timur. Selain itu, investasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Gresik dan sekitarnya dengan menciptakan lapangan kerja yang luas.
Kerjasama Pendidikan dengan Arizona State University
Selain investasi, kerjasama pendidikan juga menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini. Jawa Timur dipilih kembali untuk bekerja sama dengan Arizona State University, sebuah kampus skala dunia. Kerjasama ini akan melibatkan enam perguruan tinggi di Jatim dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Jawa Timur.
Christopher R Green menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Gubernur Khofifah terhadap penguatan hubungan bilateral. Menurutnya, kemitraan ini akan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kalau beasiswa efeknya hanya untuk satu orang. Tetapi kemitraan seperti ini bisa bermanfaat bagi ratusan orang. Terima kasih Ibu Gubernur atas dukungan dan kerja samanya,” ujarnya.
Potensi Ekonomi yang Menggiurkan
Investasi USD 100 juta dari AS tidak hanya menjadi angka yang signifikan, tetapi juga menjadi bukti bahwa Jawa Timur tetap menjadi daerah yang menarik minat investor global. Dengan adanya proyek pabrik garmen yang akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2025, Jatim diharapkan mampu memperkuat posisi ekonominya.
Selain itu, kerjasama pendidikan dengan kampus internasional juga menjadi langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan begitu, Jatim tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga dalam hal pendidikan.
Komentar
Kirim Komentar