Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Iklan Aqua yang Sebut Air Jatuh dari Gunung

Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Iklan Aqua yang Sebut Air Jatuh dari Gunung

Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Iklan Aqua yang Sebut Air Jatuh dari Gunung

Dedi Mulyadi Mengklarifikasi Sumber Air Aqua

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, mengungkapkan bahwa tidak ada niat untuk menjelek-jelekan merek Aqua saat melakukan sidak ke pabrik Aqua di kawasan Subang, Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa isu tentang sumber air Aqua yang berasal dari sumur bor muncul setelah ia berkunjung ke pabrik tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa informasi itu hanya berasal dari pertanyaan dan opini publik di media sosial.

Advertisement

Memang saya datang ke sini ada niat ngga untuk jelek-jelekin Aqua? Ngga ada. Yang protes kan netizen, ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa selama ini, publik terbiasa melihat iklan Aqua yang menampilkan air jatuh dari pegunungan. Hal ini membuat banyak orang mengira bahwa sumber air Aqua berasal dari air permukaan atau mata air alami.

Dedi Mulyadi kembali mengunjungi pabrik Aqua setelah isu tersebut menyebar. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan sejumlah karyawan Aqua. Para karyawan kemudian bertanya tentang isu yang muncul, yaitu bahwa air baku Aqua diambil dari air tanah menggunakan bor layaknya untuk kebutuhan rumah tangga. Dedi menjelaskan bahwa anggapan tersebut hanya berkembang di kalangan netizen yang mengambil kesimpulan sepihak dari konten awalnya saat menyambangi pabrik Aqua.

Ia kemudian memberikan pernyataan terbaru, menyebut bahwa Aqua merupakan air minum yang bersumber dari mata air pegunungan, bukan sumur bor. Termasuk sumber air Aqua di pabrik mereka yang berada di Subang, air bakunya berasal dari mata air pegunungan.

Para karyawan kemudian menegaskan lagi dengan bertanya, Jadi, mata air clear ya?" Dedi Mulyadi menjawab, "Iya, mata air clear (dari pegunungan)."

Penjelasan Danone tentang Sumber Air AQUA

Adapun potongan konten video Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyidak lokasi pengolahan air mineral AQUA viral di media sosial Instagram. Video tersebut awalnya diunggah di kanal YouTube pribadi Kang Dedi Mulyadi pada Selasa (21/10/2025). Sehari berselang, video tersebut telah ditonton sebanyak 1,1 juta kali.

Dalam video berdurasi 26 menit 51 detik itu, Dedi menanyakan dari mana sumber air yang digunakan. Apakah berasal dari sungai atau dari mata air. Namun, jawaban karyawan tampaknya mengagetkannya. "Ngambil airnya dari sungai?" tanya Dedi. "Airnya dari bawah tanah, Pak," jawab karyawan tersebut.

Dedi mengira selama ini sumber air yang digunakan perusahaan tersebut berasal dari air permukaan atau mata air. Dia khawatir, jika air yang digunakan berasal dari bawah tanah, proses pengeborannya dapat berdampak ke lingkungan sekitar, seperti pergeseran tanah hingga longsor.

Danone meluruskan disinformasi yang beredar di media sosial soal sumber air Aqua. Perusahaan itu membantah bahwa sumber air AQUA berasal dari sumur bor biasa. Sumber air AQUA berasal dari akuifer tertekan di kedalaman 60-140 meter. Air di akuifer tertekan adalah air yang memiliki lapisan pelindung alami berupa bebatuan yang tidak bisa dilewati air. Dengan begitu, air yang diambil bebas dari kontaminasi aktivitas manusia dan aman.

AQUA menggunakan air dari akuifer dalam yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan, tulis Aqua. Air ini terlindungi secara alami dan telah melalui proses seleksi serta kajian ilmiah oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sebagian titik sumber juga bersifat self-flowing (mengalir alami). Hal ini berbeda dengan sumur gali masyarakat yang berada di lapisan akuifer bebas, yakni lapisan batuan pembawa air yang tidak dilapisi pelindung di atasnya.

Di sisi lain, AQUA juga berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di seluruh Indonesia. Masing-masing sumber air dipilih melalui proses seleksi yang ketat dan melibatkan beberapa unsur berikut ini:

  • 9 kriteria ilmiah
  • 5 tahapan evaluasi
  • Minimal 1 tahun penelitian

Proses ini juga melibatkan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu seperti geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi.

Tak hanya sumber air yang terjaga, proses produksi AQUA juga dijaga kemurniannya. Aqua menerapkan sistem pengemasan otomatis tanpa sentuhan tangan manusia. Proses ini mencakup sebagai berikut:

  • Pengaliran air melalui pipa stainless food-grade dengan kekedapan optimal
  • Pengolahan dengan mesin berteknologi tinggi
  • Pengujian lebih dari 400 parameter fisika, kimia, dan mikrobiologi
  • Pemenuhan standar keamanan pangan dari BPOM dan SNI

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar