Chery Kuasai Pasar SUV Hybrid, TIGGO Cross CSH Lampaui 1.000 Unit

Chery Kuasai Pasar SUV Hybrid, TIGGO Cross CSH Lampaui 1.000 Unit


JAKARTA, tren adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia semakin menunjukkan pergeseran signifikan, terutama pada segmen hybrid yang kini menjadi titik keseimbangan antara efisiensi energi dan kebutuhan konsumen terhadap mobil bertenaga, praktis, dan ekonomis. Momentum tersebut turut diperkuat oleh capaian Chery di pasar nasional, setelah resmi menyerahkan 1.000 unit TIGGO Cross CSH Hybrid kepada konsumen sejak peluncurannya di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

Advertisement

Seremoni penyerahan berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan With Chery With Love (WCWL). Momen ini menegaskan posisi SUV hybrid tersebut sebagai salah satu model paling progresif di kelasnya, sekaligus memperkuat kehadiran Chery di segmen yang pertumbuhannya kian kompetitif. Data GAIKINDO mencatat, TIGGO Cross CSH Hybrid menorehkan wholesales sebanyak 1.042 unit pada September 2025. Angka ini menempatkan Chery sebagai merek otomotif Tiongkok dengan penjualan tertinggi di Indonesia pada bulan tersebut, sekaligus mendorong model ini menjadi salah satu kontributor utama dalam percepatan adopsi teknologi hybrid di segmen SUV.

Respons pasar yang positif tersebut menunjukkan meningkatnya penerimaan konsumen terhadap kendaraan hybrid, khususnya di kategori SUV yang identik dengan kebutuhan ruang, kenyamanan, dan utilitas berkendara. TIGGO Cross CSH Hybrid memanfaatkan momentum tersebut melalui kombinasi desain, efisiensi, dan pengalaman berkendara yang adaptif terhadap kebutuhan harian masyarakat Indonesia.

Budi Darmawan selaku Country Vice Director PT. Chery Sales Indonesia mengatakan bahwa Indonesia akan menjadi basis produksi kendaraan setir kanan untuk pasar regional, sekaligus pusat ekspor ke berbagai negara, termasuk Australia. Ke depan, Indonesia akan memegang peran strategis sebagai salah satu basis produksi kendaraan setir kanan untuk pasar regional. Selain memperkuat struktur industri dalam negeri, langkah ini juga membuka peluang ekspor yang lebih luas. Saat ini kami sedang menyiapkan skema distribusi ke sejumlah negara dan menjajaki pasar baru, termasuk Australia. Dengan fondasi produksi yang kuat di Indonesia, kami optimistis dapat memperluas jangkauan produk Chery di kawasan regional secara berkelanjutan. ujarnya, Sabtu (25/10).

Salah satu faktor yang mendorong ketertarikan pasar adalah implementasi teknologi Chery Super Hybrid (CSH). Sistem ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara tenaga, efisiensi bahan bakar, dan respons berkendara, terutama pada kondisi stop-and-go yang kerap dijumpai di perkotaan. Tanpa menonjolkan elemen promosi, teknologi CSH memberi karakter berkendara yang lebih efisien pada kecepatan rendah hingga sedang, memanfaatkan kerja motor listrik, sementara mesin bensin hadir untuk menopang performa di kecepatan tinggi atau saat dibutuhkan tenaga tambahan.

Pendekatan ini menjawab kecenderungan pasar Indonesia yang menempatkan efisiensi operasional sebagai salah satu aspek pertimbangan terbesar sebelum membeli kendaraan elektrifikasi. Capaian 1.000 unit ini bukan hanya soal volume penjualan. Bagi Chery, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang membangun ekosistem New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia, mulai dari edukasi teknologi, kesiapan layanan, hingga memperluas sentimen publik bahwa transisi elektrifikasi adalah proses bertahap, bukan lompatan tiba-tiba.

Penguatan ekosistem ini juga sejalan dengan peta jalan pemerintah menuju target net zero emission 2060, di mana teknologi hybrid dipandang sebagai jembatan logis sebelum elektrifikasi penuh menyentuh tingkat adopsi massal. Rifkie Setiawan selaku Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia mengungkapkan bahwa teknologi CSH menjadi fondasi dominasi Chery di pasar SUV hybrid Indonesia. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas respons positif masyarakat Indonesia terhadap Chery TIGGO Cross CSH Hybrid. Sejak peluncurannya di GIIAS 2025, komitmen kami untuk memastikan pengiriman tepat waktu (on-time delivery) terbukti nyata. Pencapaian ini lantas menjadi bukti bahwa strategi Chery dalam memperkuat portofolio kendaraan energi baru (NEV) di Indonesia sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Keunggulan teknologi CSH berhasil menjadi kunci utama dalam strategi Chery dalam menguasai pasar Indonesia yang dibuktikan dengan keberhasilan TIGGO Cross CSH dalam menghantarkan Chery menjadi No.1 Sales Chinese Brand di Indonesia pada September 2025, dan juga membuktikan dominasi TIGGO Cross CSH terhadap kompetitor pada segmennya. ujarnya, Sabtu (25/10).

Untuk menjaga kepercayaan pasar, Chery melaporkan telah memiliki 63 jaringan diler resmi yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk layanan Body & Paint, ketersediaan suku cadang, serta Emergency Roadside Assistance (ERA) 24 jam. Kehadiran infrastruktur layanan purna jual menjadi aspek fundamental yang sering kali menjadi kunci dalam keputusan konsumen di segmen otomotif. Dengan penyerahan unit yang terus diperkuat oleh komitmen on-time delivery, Chery mengirim pesan bahwa strategi mereka tidak berhenti pada peluncuran produk, tetapi juga pada konsistensi pengalaman kepemilikan.

TIGGO Cross CSH Hybrid dipasarkan mulai Rp 299,9 juta untuk varian Comfort dan Rp 319,8 juta untuk varian Premium (OTR Jakarta). Dengan skema ini, model tersebut berada di zona kompetitif segmen SUV hybrid entrymiddle, yang kini menjadi arena baru bagi banyak pabrikan. Jika melihat tren dalam 1224 bulan terakhir, segmen hybrid SUV diperkirakan akan terus mengalami percepatan. Ada tiga alasannya:

  • Preferensi konsumen bergerak pada efisiensi tanpa mengorbankan performa, sesuatu yang hybrid tawarkan secara natural.
  • Elektrifikasi penuh (EV) masih terbatas pada infrastruktur sehingga hybrid menjadi solusi transisi paling realistis.
  • Pertarungan teknologi antar pabrikan akan makin ketat, dan hal ini justru akan menekan harga menjadi lebih kompetitif bagi konsumen.

Dalam konteks itulah capaian TIGGO Cross CSH Hybrid menjadi relevan. Volume 1.000 unit bukan hanya angka penjualan, tetapi indikator bahwa konsumen Indonesia mulai menyambut teknologi elektrifikasi secara lebih rasional memilih opsi yang adaptif terhadap pola mobilitasnya. Chery, dengan pijakan awal ini, akan dihadapkan pada babak lanjutan: mempertahankan momentum, memperluas layanan, dan memastikan produk hybridnya tidak hanya unggul saat diluncurkan, tetapi tetap relevan dalam siklus pemakaian jangka panjang. Kompetisi di segmen hybrid SUV belum mencapai puncaknya, namun langkah awal ini menempatkan Chery dalam posisi yang patut diperhitungkan.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar