CERPEN: Abi Bogoh Ka Maneh (Bagian 1)

CERPEN: Abi Bogoh Ka Maneh (Bagian 1)

CERPEN: Abi Bogoh Ka Maneh (Bagian 1)

Kehidupan Yanuardi dan Awal Cinta yang Tidak Terduga

Di tengah suasana sore yang hangat dan khas daerah Kuningan, udara terasa berbeda. Aroma tanah basah dan sisa panas matahari yang perlahan menghilang di balik siluet Gunung Ciremai membuat suasana menjadi lebih menenangkan. Di halaman samping sekolah, tempat latihan ekstrakurikuler Pencak Silat, Yanuardi berdiri tegak. Ia adalah sosok yang memiliki penampilan menarik dengan paras rupawan, kulit putih bersih, dan rambut hitam yang selalu rapi. Namun, kecantikan fisiknya tidak bisa menyembunyikan aura dingin dan sikap fokus yang sering disalahpahami sebagai kesombongan.

Advertisement

Para muridnya, terutama para murid perempuan, tetap merasa tertarik padanya. Meskipun begitu, Yanuardi selalu menjaga jarak profesional dalam hubungan dengan murid-muridnya. Ia hanya melihat mereka sebagai murid yang perlu dilatih untuk kejuaraan antar pelajar.

Yanuardi lahir dari keluarga yang cukup sederhana. Ayahnya, Mansur, bekerja sebagai sopir colt bak angkutan, sedangkan ibunya, Anah, menjual masakan sayuran dan ayam goreng selundreng. Sebagai anak sulung dari tujuh bersaudara, Yanuardi tahu betul bahwa ia harus bertanggung jawab atas keluarganya. Setelah lulus SMA pada tahun 2000, ia tidak bisa melanjutkan pendidikan perguruan tinggi karena krisis ekonomi yang melanda.

Hari-harinya diisi dengan rutinitas sederhana: membantu ibunya di dapur, menggoreng kelapa, menggodog ayam, atau menumbuk bumbu masakan. Menjelang Magrib, ia akan menjemput ibunya yang berjualan di sekitar desa. Sore hari adalah saat ketika Yanuardi berubah menjadi pelatih silat yang disiplin. Ia mengajarkan jurus-jurus silat dengan penuh dedikasi.

Di antara puluhan murid silat yang ia latih, dua nama mulai menyita perhatiannya. Astuti, gadis dengan tatapan mata yang mendamba, dan Esti, si pemilik lesung pipi yang selalu tawa ceria. Meski awalnya hanya melihat mereka sebagai murid biasa, perasaan aneh mulai muncul ketika kabar tentang Esti yang putus dari pacarnya beredar.

Kemudian, nasib kembali bermain. Esti kembali sendiri, dan Yanuardi mulai merasa cemas. Ia takut jika Esti meninggalkan latihan silat karena terlalu banyak memikirkan hubungan percintaannya. Dalam hati, ia merasa ada sesuatu yang berubah. Perlahan, bunga kecil bernama ketertarikan mulai merekah tanpa ia sadari.

Sore itu, di tengah istirahat latihan, keberanian Yanuardi mencapai puncaknya. Tanpa basa-basi, ia langsung meraih tangan Esti dan berkata, "Esti. Abi bogoh ka maneh (Aku cinta kamu)." Esti terkejut, tapi tidak menolak. Ia hanya meminta waktu seminggu untuk memikirkan jawaban.

Selama tujuh hari, hidup Yanuardi terasa seperti neraka. Ia menunggu dengan penuh harapan dan ketakutan. Akhirnya, pada tanggal 30 Agustus 2000, Esti memberi jawaban yang membuat hati Yanuardi lega. "Abi ge bogoh ka A Yanuardi (Aku juga cinta kamu)."

Itulah awal mula kisah cinta Yanuardi dan Esti. Sebuah kisah yang bersemi dari lapangan silat, mengabaikan perbedaan usia dan status pelatih-murid. Setelah beberapa tahun, mereka resmi menikah dan dikaruniai tiga orang anak. Mereka hidup bahagia, meski perjalanan cinta mereka penuh tantangan.



Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar