Cegah Kehilangan Ayah, Ibu Beri Kesempatan Ayah Merawat Anak

Cegah Kehilangan Ayah, Ibu Beri Kesempatan Ayah Merawat Anak

Advertisement

Faktor yang Membuat Ayah Tidak Terlibat dalam Pengasuhan Anak

Ada banyak faktor yang menyebabkan ayah tidak terlibat dalam pengasuhan anak, yang akhirnya membuat anak menjadi korban dari fenomena "fatherless". Misalnya, ketika ayah terlalu sibuk bekerja hingga tidak memiliki waktu untuk mengurus anak, atau ayah bersikap pasif dan absen secara emosional. Namun, ada satu faktor yang sering kali luput dari perhatian ibu, yaitu pemberian kesempatan pada ayah.

Menurut psikolog klinis Widya S. Sari, M.Psi di Jakarta, Kamis (23/10/2025), keterlibatan ayah juga tidak terlepas dari kesempatan yang diberikan oleh ibu. Dengan memberikan kesempatan kepada ayah untuk mengurus anak, ibu bisa membuka jalan agar ayah tetap hadir dalam momen-momen penting pengasuhan.

Fenomena Fatherless di Indonesia

Kondisi yang disebut "fatherless" merujuk pada situasi di mana anak tumbuh tanpa sosok ayah yang hadir secara fisik maupun emosional. Berdasarkan data Mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik Maret 2024, sebanyak 20,1 persen atau 15,9 juta anak Indonesia berpotensi tumbuh dalam kondisi fatherless.

Dari jumlah tersebut, 4,4 juta anak tinggal di keluarga tanpa ayah. Sementara itu, sisanya, yaitu 11,5 juta anak, tinggal bersama ayah yang bekerja lebih dari 60 jam per minggu atau lebih dari 12 jam per hari, lima hari kerja. Artinya, ayah lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah daripada bertemu dengan anak di rumah.

Peran Ibu dalam Memberikan Kesempatan pada Ayah

Di tengah kesibukan ayah yang mungkin tidak selalu memiliki banyak waktu, ibu dapat menjadi sosok yang "membuka" jalan bagi ayah untuk tetap hadir dalam kehidupan anak. Menurut Widya, ibu bisa melihat celah-celah kecil di mana ayah bisa terlibat, seperti saat memberikan hadiah atau kehadiran ayah bisa direalisasikan.

Momen-momen kecil seperti mengantar atau menjemput anak sekolah, menyiapkan seragam, merapikan buku pelajaran, menyiapkan bekal, menguncir rambut anak, atau membantu anak memakai sepatu memang tidak memerlukan usaha yang besar. Ayah tidak perlu hadir sepanjang hari, tetapi anak akan tetap mengingat momen-momen kecil bersama ayah hingga dewasa.

Naluri Ibu yang Cenderung Multitasking

Naluri alamiah seorang ibu adalah melakukan banyak hal, termasuk yang berkaitan dengan anak. Bahkan, seorang ibu bisa sampai multitasking agar pekerjaan rumah tangga selesai, tetapi anak juga terurus. Namun, menurut Widya, tidak ada salahnya untuk memercayakan beberapa tugas yang berkaitan dengan anak kepada pasangan.

Kesempatan yang diberikan oleh ibu untuk memercayakan ayah menghandle tugas-tugas tertentu itu juga penting untuk membuat ayah sadar bahwa ada perannya dalam hal tersebut, ujar Widya. Selain itu, ini juga memberi kesempatan bagi ayah untuk muncul dalam cerita-cerita hidup anak.

Ibu sering kali mencoba mengendalikan banyak hal, bahkan sampai multitasking hingga lupa bahwa ayah juga perlu diberi kesempatan untuk merasakan bahwa ia memiliki peran yang dibutuhkan. Dengan demikian, ibu bisa menjadi mitra yang mendukung keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar