Bupati dan Ribuan Peserta Tanam 5.075 Pohon di DAS dan Pesisir Jembrana

Bupati dan Ribuan Peserta Tanam 5.075 Pohon di DAS dan Pesisir Jembrana

Bupati dan Ribuan Peserta Tanam 5.075 Pohon di DAS dan Pesisir Jembrana

Gerakan Gotong Royong Semesta Berencana di Jembrana

Di wilayah pendamping hutan, sepanjang daerah aliran sungai (DAS) hingga pesisir di Jembrana, masyarakat mulai menanam berbagai jenis pohon keras. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Rahina Tumpek Wariga yang menjadi momen penting untuk merayakan tumbuh-tumbuhan dan alam.

Advertisement

Jembrana dikenal sebagai wilayah yang rentan terhadap bencana seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, kegiatan penanaman pohon ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur tanah dan meningkatkan resapan air. Dari data yang berhasil dikumpulkan, total pohon yang ditanam mencapai 5.075 batang. Jenis-jenis pohon tersebut antara lain durian, manggis, pala, alpukat, sukun, majegau, mahoni, dan mangrove.

Di kawasan Mangrove Tuwed Park, sebanyak 5.000 pohon jenis mangrove bruguiera ditanam dengan melibatkan 500-an peserta. Total keseluruhan peserta dalam kegiatan ini mencapai 1.100 orang. Selain penanaman pohon, kegiatan juga melibatkan aksi bersih-bersih di beberapa titik sepanjang DAS.

Total ada 8 titik lokasi yang menjadi fokus utama kegiatan kali ini, yaitu Kawasan Puncak Mawar, Kelurahan Pendem, serta titik-titik yang termasuk DAS Tukad Ijo Gading. Di samping itu, penanaman pohon mangrove juga dilakukan di kawasan Mangrove Tuwed Park, Desa Tuwed dan tempat-tempat lainnya.

Tumpek Wariga adalah hari suci yang didedikasikan untuk tumbuh-tumbuhan dan alam. Perayaan ini memiliki makna spiritual (Niskala) melalui persembahyangan dan makna nyata (Sakala) melalui aksi pelestarian lingkungan. Selain aksi nyata ini, pada Sabtu (25/10) kemarin juga sudah dilaksanakan upacara Tumpek Wariga di dua lokasi yakni Pura Manggala Sari dan Pura Wana Mertha yang berada di Kelurahan Baler Bale Agung Kecamatan Negara.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang memimpin langsung gerakan ini menjelaskan bahwa rahina Tumpek Wariga kali ini tidak hanya melaksanakan persembahyangan. Namun, juga dengan perbuatan nyata, bergotong royong menanam pohon dan membersihkan sungai kita.

"Gerakan Semesta Berencana ini adalah wujud nyata rasa Bhakti kita kepada alam," ujarnya.

Bupati Kembang yang didampingi Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna serta jajaran Forkopimda Jembrana menyebutkan, penanaman pohon yang dilakukan mencangkup ratusan bibit pohon keras seperti mahoni, alpukat, dan trembesi yang memiliki fungsi penting sebagai penguat struktur tanah di bantaran sungai dan kawasan hulu, sekaligus meningkatkan daerah resapan air. Di sisi lain, ribuan pohon mangrove yang ditanam juga sebagai langkah untuk pelindung alami pesisir.

"Selain mencegah abrasi, hutan mangrove juga menyerap emisi karbon dan menjadi tempat hidup bagi banyak biota laut. Penanaman ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang," ucapnya.

Dalam sambutan yang diterima, Gubernur Bali, Wayan Koster via daring menyampaikan kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana dilaksanakan serentak di seluruh Bali dengan dua fokus kegiatan yakni penanaman pohon dan pembersihan sungai. Tujuannya untuk menjaga ekosistem alam, mencegah banjir saat musim hujan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya merawat lingkungan.

"Gotong Royong Semesta Berencana ini adalah tindak lanjut dari perayaan Tumpek Wariga. Kita melaksanakan penanaman pohon dan bersih-bersih sungai di seluruh Bali agar aliran air tidak tersumbat pada musim hujan, sekaligus menjaga kelestarian alam Bali," ujar Gubernur Koster.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai Sad Kerthi, khususnya Wana Kerthi dan Danu Kerthi, yakni menjaga keharmonisan antara manusia dengan alam melalui pelestarian hutan dan sumber air.

"Tanpa alam yang terjaga, manusia tidak akan bisa hidup. Karena itu, leluhur kita telah mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan. Jangan hanya mengambil, tetapi juga harus merawat. Kalau alam terus dirusak, lama-lama habis sumber kehidupan kita," tandasnya.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar