
Pertemuan Ketua Umum Projo dengan Presiden Jokowi
Pada Jumat (24/10) siang, Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. Kunjungan ini menjadi pertemuan pertama Budi Arie dengan Jokowi sejak dirinya mengalami reshuffle dari Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, Budi Arie menjabat sebagai Menteri Koperasi.
Kedatangan Budi Arie dilakukan untuk menyampaikan undangan kepada Jokowi agar hadir dalam Kongres ke-3 Projo yang akan digelar pada 12 November 2025 di Jakarta. Ia datang bersama sejumlah pengurus pusat Projo, dan pertemuan berlangsung tertutup selama sekitar satu jam.
Tema Kongres ketiga adalah Setia di Garis Rakyat, tanggal 1 dan 2 November. Karena itu kami sowan ke Pak Jokowi. Sebagai Ketua Dewan Pembina Projo, kami mengundang beliau untuk membuka Kongres, kata Budi Arie usai pertemuan.
Pemaparan Ijazah Asli Jokowi
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Projo Freddy Damanik mengungkapkan bahwa dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga memperlihatkan ijazah aslinya kepada para pengurus Projo. Hal ini disebut menjadi jawaban atas polemik yang selama ini digulirkan oleh pihak-pihak yang meragukan keaslian ijazah mantan kepala negara itu.
Tadi dikasih lihat. Tadi ngomong itu yang penting, ujar Freddy.
Freddy menambahkan, Jokowi juga telah menyerahkan salinan ijazah tersebut kepada Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dekan Fakultas Kehutanan. Sebetulnya udah bolak-balik kalau masalah ijazah ini. Pak Jokowi sudah menegaskan bahwa ijazahnya memang ada. Boleh dilihat ya, dan kita tadi dipertunjukkan bahwa ijazah Pak Jokowi itu ada. Ini menepis semua isu-isu dan keraguan bahwa ijazah Pak Jokowi itu hilang atau terbakar, pungkasnya.
Penjelasan Mengenai Tema Kongres Projo
Tema Kongres ke-3 Projo, yaitu "Setia di Garis Rakyat", mencerminkan komitmen organisasi untuk tetap berada di sisi rakyat dan menjaga konsistensi dalam perjuangan. Selain itu, tema ini juga menjadi bentuk apresiasi Projo terhadap peran Jokowi dalam pembangunan Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Budi Arie dan pengurus Projo juga memberikan penjelasan lebih lanjut tentang rencana dan agenda Kongres ke-3. Mereka menyampaikan harapan agar Jokowi dapat hadir dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap langkah-langkah pro-rakyat yang akan diambil oleh Projo.
Komentar dari Pengurus Projo
Selain mengundang Jokowi, Budi Arie juga menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan Projo dalam beberapa waktu terakhir. Ia menekankan bahwa Projo terus berupaya memperkuat basis keanggotaannya dan memperluas jaringan di berbagai wilayah Indonesia.
Freddy Damanik menambahkan bahwa Projo saat ini sedang fokus pada penguatan organisasi dan peningkatan partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan sosial dan politik. Kami ingin Projo tetap menjadi organisasi yang kuat dan relevan dalam dinamika politik nasional, katanya.
Kesimpulan
Pertemuan antara Budi Arie Setiadi dengan Presiden Jokowi tidak hanya menjadi momen penting bagi Projo, tetapi juga menjadi bukti bahwa organisasi ini tetap menjaga hubungan baik dengan tokoh-tokoh penting di Tanah Air. Dengan adanya undangan untuk hadir dalam Kongres ke-3, Projo menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung visi dan misi pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah.
Selain itu, penampilan ijazah asli Jokowi juga menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang muncul sebelumnya. Dengan menyerahkan salinan ijazah kepada institusi terkait, Jokowi menunjukkan transparansi dan kepercayaan terhadap proses administratif yang berlaku.
Komentar
Kirim Komentar